Pandemi, "Load Factor" LRT Palembang di Bawah 10 Persen

Suasana stasiun LRT di Palembang. (istimewa/LRT Sumsel)

PALEMBANG, WongKito.co - Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan mencatat, tingkat keterisian atau load factor dari kereta ringan Light Rail Transit (LRT) Palembang saat ini di bawah 10 persen. Kondisi ini diakui lantaran penurunan mobilitas warga termasuk adanya pembatasan penumpang untuk menjaga jarak selama pandemi.

“Rata-rata jumlah penumpang masih di bawah 10 persen, karena memang di samping pandemi, masyarakat mengurangi keluar rumah,” ungkap Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel, Amanna Gappa dalam audiensinya bersama Wali Kota Palembang Harnojoyo di rumah dinas, Kamis (29/4).

Selain itu, di masa pandemi ini juga pihaknya memang melakukan pembatasan penumpang pada angka 30 persen hingga maksimal 40 persen. Sementara jumlah perjalanan kereta LRT Palembang masih sesuai program dengan 88 kali perjalanan.

Karena itu, beragam upaya dilakukan guna menggenjot load factor. Salah satu upaya mendorong peningkatan minat pengguna LRT, Balai Pengelola Kereta Api Ringan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk membangun ataupun mengoptimalkan fasilitas pendukung seperti integrasi moda di seputaran halte dan jalur LRT.

“Kami harap ada kegiatan integrasi moda, melalui transportasi darat Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi yang dikelola Pemkot Palembang. Dengan pengoptimalan intergrasi moda, sangat berharap nantinya akan ada peningkatan penumpang,” ujarnya.

Gappa menambahkan, saat ini pihaknya juga akan lebih fokus dalam peningkatan pelayanan terhadap penumpang. Sehingga penumpang dapat merasakan betul keberadaan dari LRT.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo menyampaikan, Pemkot Palembang siap untuk terus melakukan kerjasama. Utamanya dari kartu yang terintegrasi oleh semua angkutan, baik LRT, Transmusi ataupun Transportasi Sungai.

Selanjutnya, ia juga akan terus memotivasi setiap Aparatur Sipil Negera (ASN) untuk terus mengunakan angkutan tersebut. Bahkan pihaknya juga rencana akan membuat dan membagikan kartu tersebut kepada para ASN sebagai bentuk motivasi.
 
“Tetapi memang semenjak Pandemi Covid-19 seperti yang disampaikan tadi, kurang lebih hanya 10 persen peminatnya, karena banyak yang tinggal di rumah mungkin ya. Memang seperti himbauan kita, kalau tidak ada keperluan jangan banyak keluar rumah,” ulas Harnojoyo. (tri)

Bagikan

Related Stories