Perkuat Komitmen SDGs, Mahasiswa PBL FKM Unsri, Sukseskan 5 Program Kesehatan

Perkuat Komitmen SDGs, Mahasiswa PBL FKM Unsri, Sukseskan 5 Program Kesehatan (Foto WongKito.co/Ist)

SUNGAIKEDUKAN, WongKito.co – Kelompok 12 mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan supervisi dan presentasi laporan program kerja pada Senin (23/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.

Acara presentasi ini dihadiri oleh Kepala Desa Sungai Kedukan, Hastawila, S.I.P., selaku pimpinan lokasi. Hadir pula Bidan Desa, Nani Purwani, Amd. Keb., yang bertindak sebagai pembimbing lapangan, serta Dosen Pembimbing Materi, Deya Silviani, S.Gz., M.Gz., dari FKM Unsri.

Selain itu, acara juga dihadiri oleh perangkat desa dan seluruh anggota Kelompok 12 PBL FKM Unsri yaitu Dimas Andhito, Shabirah Ifah Naisiah, Siti Khayla Zahwa, Marsha Ayu Safitri, Siske Nabila Putri, Dian Telaumbanua, Aisyah Dwi Safitri, Artika Tiara Putri, Alsya Nabila Darmawan, Dwi Astri Revina, Rahel Theresia Viona, Aulia Putri Zean.

Baca Juga:

Ketua Kelompok 12 PBL FKM Unsri, Dimas Andhito, menyampaikan bahwa seluruh program kerja yang dilaksanakan merupakan hasil identifikasi masalah kesehatan masyarakat di Desa Sungai Kedukan.

"Identifikasi tersebut dilakukan melalui survei dan wawancara dengan warga setempat," kata dia, belum lama ini.

Setelah pembukaan, mahasiswa memaparkan laporan pelaksanaan program kerja. Presentasi mencakup seluruh rangkaian kegiatan intervensi yang telah dijalankan selama masa PBL. Materi yang disampaikan meliputi hasil pelaksanaan, evaluasi, hingga capaian dari masing-masing program.

Memasuki sesi tanggapan, Dosen Pembimbing Materi, Deya Silviani, mengapresiasi mahasiswa. Ia menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kerja keras yang telah dilakukan selama berada di desa.

Selain itu, Deya juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan lokasi dan pembimbing lapangan atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa.

Selanjutnya, Kepala Desa dan Bidan Desa menyatakan persetujuan terhadap seluruh program yang telah dilaksanakan. Keduanya menunjukkan sikap mendukung dengan menyetujui laporan yang dipaparkan oleh mahasiswa. Persetujuan tersebut menandakan bahwa program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Selama masa PBL, Kelompok 12 merealisasikan lima program kerja unggulan. Seluruh program disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah yang telah dilakukan sebelumnya. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan sanitasi rumah tangga, mencegah penyakit, memperbaiki gizi, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap keadaan darurat.

Program pertama adalah demonstrasi pembuatan alat filtrasi air sederhana untuk meningkatkan kualitas air bersih keluarga. Program ini mendukung pencapaian SDGs poin 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak.

Kedua; edukasi pembuatan oralit rumah tangga untuk mencegah dehidrasi akibat diare pada anak, yang berkontribusi pada SDGs poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Ketiga; demonstrasi pembuatan rolade ayam rendah garam sebagai upaya pencegahan hipertensi. Program ini juga mendukung SDGs poin 3 dalam upaya menurunkan risiko penyakit tidak menular.

Keempat; simulasi tanggap darurat dan antisipasi kebakaran akibat gas LPG menggunakan fire blanket dan APAR, yang sejalan dengan SDGs poin 11, yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Kelima; edukasi cuci tangan pakai sabun (CTPS) bagi anak sekolah dasar melalui metode storytelling dan permainan edukatif. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 06 Rambutan dan mendukung SDGs poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta SDGs poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Dimas menambahkan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa, Bidan Desa, dan seluruh perangkat desa. "Kami berterima kasih atas bimbingan, dukungan, serta kerja sama yang telah diberikan selama masa PBL berlangsung," kata dia.

Ia juga mengungkapkan selama pelaksanaan seluruh program, antusiasme masyarakat terlihat sangat baik. Warga mengikuti setiap sesi edukasi, demonstrasi, maupun simulasi dengan aktif melalui diskusi, praktik langsung, dan tanya jawab bersama mahasiswa.

Baca Juga:

Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga materi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ungkap dia.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, berbagai program yang telah dilaksanakan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan PBL selesai. Keberlanjutan program menjadi salah satu kunci agar perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Desa Sungai Kedukan.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan PBL ini, Kelompok 12 berharap program-program yang telah dilaksanakan dapat terus berlanjut di Desa Sungai Kedukan. Keberlanjutan program diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku hidup bersih dan sehat.

Hal ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan masyarakat Desa Sungai Kedukan yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan, kata Dimas.(Kelompok 12 PBL FKM Unsri)
 


Related Stories