PSN 3M+, Aksi Nyata Kelompok 8 PBL FKM Unsri

PSN 3M+, Aksi Nyata Kelompok 8 PBL FKM Unsri (Foto WongKito.co/IST)

Oleh: Soleman Aurai, Nabila Putri Kurniawan, Ihza Aulia Kiftia, Refanisa Putri, Mutia Fajriani, Yesi Ika Saputri, Luthfi Naufal Isthi Marennu, Kery Septriailsi, Diningtyas Kirana Azahrah, Reta Indriani, Aisyah Putri Mahayani, Petronela Awom*

SEBAGAI upaya menekan angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kelompok 8 Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM Unsri) melaksanakan program Gerakan PSN 3M+: Bersama Berantas Sarang Nyamuk, Cegah DBD.

Program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan kesehatan masyarakat sekaligus respons atas meningkatnya kasus DBD di Desa Rambutan yang tercatat mencapai 10 kasus selama periode April hingga Juni 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih aktif dalam mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

Pelaksanaan program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan penyakit menular dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup sehat.

Selain itu, pemberantasan sarang nyamuk turut berkontribusi pada Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengelolaan lingkungan yang lebih bersih dan bebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk, serta kolaborasi yang terjalin antara Universitas Sriwijaya, Puskesmas Simpang Rambutan, Karang Taruna, pemerintah desa, dan masyarakat juga menjadi wujud implementasi Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Baca Juga:

Program ini mengusung konsep "Dari Edukasi Menuju Aksi Nyata", di mana masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan DBD, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

Kelompok 8 PBL FKM Universitas Sriwijaya tidak hanya berperan sebagai penyuluh, tetapi juga sebagai pendamping masyarakat dalam menerapkan perilaku pencegahan DBD secara berkelanjutan. Pendekatan ini dipilih karena keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali pada 7 Juni 2026 melalui aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Rambutan. Kegiatan gotong royong dilaksanakan secara serentak mulai dari Dusun 1 hingga Dusun 8 dengan melibatkan Kelompok 8 PBL FKM Universitas Sriwijaya, anggota Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi permasalahan kesehatan yang menjadi tanggung jawab bersama.

Selama kegiatan berlangsung, peserta melakukan pembersihan lingkungan dengan mengumpulkan sampah, membersihkan semak-semak, menguras genangan air, serta menghilangkan berbagai benda yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Berbagai wadah yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, botol plastik, ban bekas, dan tempat penampungan air yang tidak terpakai turut menjadi sasaran pembersihan.

Langkah sederhana ini diharapkan mampu memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD sekaligus membangun budaya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat.

Aksi gotong royong tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pemberantasan sarang nyamuk merupakan upaya pencegahan yang paling efektif dibandingkan hanya mengandalkan pengasapan (fogging). Dengan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk, risiko penularan DBD dapat ditekan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Upaya ini sejalan dengan pendekatan promotif dan preventif yang menjadi salah satu strategi utama dalam mencapai target SDG 3.

Sebagai penguatan terhadap aksi lapangan, pada 15 Juni 2026 Kelompok 8 PBL FKM Universitas Sriwijaya bersama Puskesmas Simpang Rambutan menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pentingnya penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mereka mampu mengenali, mencegah, serta melakukan penanganan awal apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala DBD.

Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan informasi mengenai penyebab dan cara penularan DBD melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa nyamuk ini umumnya aktif menggigit pada pagi hari sekitar pukul 08.00–10.00 WIB dan sore hari sekitar pukul 15.00–17.00 WIB, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan pada waktu tersebut.

Selain itu, masyarakat dikenalkan dengan tanda dan gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, muncul bintik merah, serta pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Kelompok 8 PBL FKM Universitas Sriwijaya juga menjelaskan penerapan PSN 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga diajak menerapkan langkah Plus, seperti menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk, serta melakukan pemeriksaan jentik secara berkala di lingkungan rumah. Melalui edukasi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didorong untuk menerapkan tindakan pencegahan secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan tempat tinggalnya.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti penyuluhan, berdiskusi, serta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai cara pencegahan DBD yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan masyarakat dalam sesi diskusi menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama dalam mencegah penyebaran penyakit.

Baca Juga:

Melalui rangkaian kegiatan Gerakan PSN 3M+, Kelompok 8 PBL Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya berharap masyarakat Desa Rambutan tidak hanya memahami bahaya Demam Berdarah Dengue, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri dan berkelanjutan.

Sinergi antara Kelompok 8 PBL Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Karang Taruna, Puskesmas Simpang Rambutan, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta mewujudkan Desa Rambutan yang tangguh dan bebas dari penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap upaya pengendalian DBD di Desa Rambutan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya melalui peningkatan kesehatan masyarakat, penguatan sanitasi lingkungan, pembangunan permukiman yang sehat, serta kemitraan lintas sektor yang berkelanjutan.

*Mahasiswa FKM Unsri Angkatan 2023

Editor: Nila Ertina

Related Stories