Ragam
Simak 10 Tips Hidup Hemat Melunasi Utang Tanpa Tertekan
JAKARTA – Banyak orang terjerat utang, mulai dari pinjaman mobil hingga utang kartu kredit. Ekonomi sedang sulit, pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di mana-mana, sulit untuk tetap bebas utang karena banyak orang kehilangan pekerjaan atau bahkan mengalami pemotongan gaji.
Meski disiplin mengikuti anggaran, tetap saja sulit menghindari utang. Kejadian tak terduga dalam hidup bisa membuat kondisi keuangan menegang saat harus membayar tagihan listrik dan kebutuhan lainnya.
Selain itu, selalu ada pengeluaran mendadak, seperti perbaikan mobil, biaya kesehatan, atau hal lainnya. Jika kalian sedang berutang, ambil tindakan sekarang dan cari cara untuk keluar dari utang.
Baca juga:
- OJK Libatkan Pramuka untuk Perkuat Agen Literasi Keuangan Sumsel
- KPID Jakarta Bantah Surat Larangan Meliput Aksi Demo
- Sharp Hadirkan Nobar Premier League Eksklusif Bersama Gary Mabbutt Club Ambassador Tottenham Hotspur
Tips Hidup Hemat Melunasi Utang Tanpa Tertekan
Dilansir dari Nasdaq, berikut tips hidup hemat melunasi utang tanpa tertekan:
1. Membuat Anggaran
Mulailah dengan menyusun anggaran bulanan secara detail. Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Evaluasi apakah pendapatan yang ada sudah mencukupi dan apakah pengeluaran selama ini sudah digunakan secara efisien.
Dengan cara ini, kita bisa memahami ke mana uang benar-benar pergi dan menemukan cara untuk meminimalkan pengeluaran sehemat mungkin. Selanjutnya, perbaiki dan optimalkan penyusunan anggaran agar lebih efektif dibanding sebelumnya.
2. Sederhanakan Anggaran
Buat daftar semua pengeluaran bulanan dan jumlahkan totalnya. Garis bawahi atau coret pengeluaran yang bisa dihilangkan. Mulailah dari hal-hal yang dibayar setiap bulan tapi jarang digunakan, seperti keanggotaan gym atau langganan berita online.
Periksa juga pengeluaran yang tumpang tindih, misalnya membayar kabel, layanan streaming, dan saluran premium sekaligus.
3. Berhenti Menggali Lubang Utang
Langkah pertama untuk keluar dari utang adalah menghentikan kebiasaan menambah utang lebih dalam lagi. Berhentilah menggunakan utang untuk membiayai gaya hidup.
Tidak ada salahnya tetap menyimpan kartu kredit untuk keadaan darurat, namun kalian bisa menaruhnya dalam wadah berisi air di dalam freezer agar tidak digunakan sembarangan.
Menunggu hingga kartu tersebut mencair akan memberi waktu untuk mempertimbangkan apakah ada cara lain untuk menyelesaikan masalah.
4. Hemat Pengeluaran Sehari-hari
Buat kopi sendiri di rumah daripada membelinya di luar. Simpan stok daging, keju, sayuran, dan roti untuk seminggu di kulkas kantor agar bisa membuat sandwich atau salad sendiri, sehingga tidak perlu makan di luar.
Dengan memanfaatkan persediaan yang ada, kalian bisa mengurangi pengeluaran. Lepaskan uang ekstra dengan memangkas pengeluaran-pengeluaran kecil yang tidak perlu.
5. Beri Visualisasi
Simpan daftar utang kalian di tempat yang mudah dijangkau agar bisa sering melihatnya. Dengan begitu, kalian bisa memantau kemajuan saat melunasi utang. Atau, pasang papan tulis di dapur, kamar atau ruang kerja di rumah untuk mencatat utang yang sedang dimiliki.
Setiap kali kalian mencatat angka yang berkurang setelah membayar utang, melihat daftar utang mengecil akan memberikan dorongan motivasi sekaligus mencegah kalian untuk menambah pengeluaran.
6. Tentukan Prioritas Utang
Identifikasi utang mana yang harus dilunasi terlebih dahulu, biasanya utang dengan bunga tertinggi. Jika memungkinkan, bayar lebih dari jumlah minimum agar utang bisa berkurang lebih cepat.
Utang berbunga tinggi sebaiknya dilunasi lebih awal karena keterlambatan atau ketidakbayaran dapat membuat jumlah utang membengkak. Setelah itu, lanjutkan dengan melunasi utang yang lebih kecil agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
7. Mulailah dengan Utang Terkecil
Secara finansial, memang lebih menguntungkan melunasi utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu karena akan menghemat biaya bunga.
Namun, secara emosional, kalian mungkin mendapat dorongan lebih besar dengan melunasi utang yang paling kecil terlebih dahulu. Beberapa utang kecil bisa diselesaikan lebih cepat dibanding satu utang besar dengan bunga tinggi.
Melihat daftar utang semakin berkurang dapat membuat kalian lebih termotivasi untuk tetap menjalankan rencana pengurangan utang.
8. Bayar Tepat Waktu
Membayar terlambat bahkan hanya sehari bisa memicu denda keterlambatan. Gunakan papan tulis kalender yang mudah terlihat khusus untuk mencatat tanggal jatuh tempo tagihan. Dengan mencatat tanggal dan jumlah tagihan setiap hari, kalian akan terhindar dari keterlambatan pembayaran.
9. Prioritaskan Pelunasan Utang Konsumtif
Kartu kredit biasanya memiliki bunga yang lebih tinggi dibandingkan pinjaman pelajar, pinjaman mobil, atau hipotek. Melunasi seluruh utang kartu kredit terlebih dahulu akan menghemat banyak biaya bunga saat Anda bekerja untuk melunasi utang.
Karena itu, pertimbangkan untuk mengkonsolidasikan kartu kredit Anda melalui pinjaman pribadi atau kartu kredit transfer saldo. Cara ini layak dipertimbangkan jika Anda terbebani utang berbunga tinggi dengan pembayaran besar.
10. Tingkatkan Penghasilan
Hal ini bisa dilakukan melalui pekerjaan sampingan, menjual barang yang tidak terpakai, atau memanfaatkan peluang lain untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Saat ini, banyak opsi untuk menambah penghasilan, seperti affiliate e-commerce, asisten virtual, content creator, reseller, atau pekerjaan paruh waktu dari rumah.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 31 Aug 2025