Simak Panduan Simpan Deposito Untuk Pemula

Ilustrasi Deposito (TrenAsia)

JAKARTA - Deposito masih menjadi salah satu instrumen keuangan yang banyak dipilih masyarakat Indonesia, terutama bagi pemula yang menginginkan keamanan dana dan imbal hasil stabil. 

Di tengah fluktuasi pasar saham dan ketidakpastian ekonomi, deposito menawarkan alternatif simpanan dengan risiko relatif rendah serta bunga yang umumnya lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

Sebagai produk perbankan, deposito kerap digunakan untuk perencanaan keuangan jangka pendek hingga menengah, seperti menyiapkan dana pendidikan, dana liburan, atau menyimpan uang hasil usaha sementara. 

Baca juga:

Namun, sebelum menempatkan dana, pemula perlu memahami cara kerja, manfaat, serta risiko deposito agar keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan finansial.

Apa Itu Deposito?

Deposito adalah simpanan di bank yang hanya dapat dicairkan pada waktu tertentu sesuai kesepakatan awal, yang disebut sebagai tenor. 

Berbeda dengan tabungan yang bisa ditarik kapan saja, dana dalam deposito “dikunci” selama periode tertentu, seperti 1, 3, 6, hingga 12 bulan.

Keunggulan utama deposito terletak pada kepastian imbal hasil. Bunga deposito ditetapkan sejak awal penempatan dana, sehingga nasabah sudah mengetahui berapa bunga yang akan diterima saat jatuh tempo. 

Dikutip laman Blu by BCA Digital, Jumat, 9 Januari 2025, karakter ini membuat deposito cocok bagi nasabah yang ingin menjaga nilai dana sekaligus memperoleh pendapatan bunga yang terukur.

Secara umum, terdapat beberapa jenis deposito yang ditawarkan perbankan. Deposito berjangka adalah jenis yang paling umum, dengan tenor tertentu dan bunga tetap. 

Ada pula deposito on call, yang memiliki jangka waktu sangat pendek, biasanya di bawah satu bulan, dan umumnya ditujukan untuk dana dalam jumlah besar. 

Sementara itu, sertifikat deposito merupakan deposito yang dapat dipindahtangankan dan lebih sering digunakan oleh pelaku usaha atau investor institusi.

Bagi pemula, deposito berjangka menjadi pilihan paling sederhana karena mekanismenya mudah dipahami dan risikonya rendah.

Keamanan dan Resiko

Salah satu daya tarik utama deposito adalah keamanan simpanan. Dana deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama memenuhi ketentuan, seperti bunga tidak melebihi tingkat penjaminan LPS dan total simpanan tidak melampaui batas maksimum yang dijamin.

Dengan adanya jaminan ini, deposito menjadi instrumen yang relatif aman dibandingkan investasi yang terpapar fluktuasi pasar, seperti saham atau reksa dana.

Meski tergolong aman, deposito tetap memiliki risiko yang perlu dipahami, terutama risiko likuiditas. Jika nasabah mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, bank biasanya akan mengenakan penalti atau pengurangan bunga, bahkan dalam beberapa kasus bunga tidak dibayarkan sama sekali.

Oleh karena itu, dana yang ditempatkan di deposito sebaiknya bukan dana darurat. Pemula disarankan hanya menyimpan dana yang memang tidak akan digunakan dalam waktu dekat.

Selain itu, bunga deposito juga dikenakan pajak, sehingga imbal hasil bersih yang diterima akan lebih rendah dari bunga nominal yang ditawarkan bank. Perbedaan tingkat bunga antar bank juga perlu diperhatikan agar nasabah memperoleh hasil optimal.

Panduan Membeli Deposito untuk Pemula

Bagi pemula, langkah pertama sebelum membeli deposito adalah menentukan tujuan dan jangka waktu. Pastikan tenor deposito sesuai dengan rencana penggunaan dana. 

Selanjutnya, bandingkan penawaran bunga dari beberapa bank, baik bank konvensional maupun bank digital, dengan tetap memastikan bunga tersebut berada dalam batas penjaminan LPS.

Pemula juga perlu memperhatikan setoran awal minimum, karena deposito umumnya mensyaratkan nominal yang lebih besar dibanding tabungan biasa. Besaran setoran awal ini berbeda-beda di tiap bank.

Setelah memilih bank dan tenor, nasabah dapat membuka deposito melalui kantor cabang atau aplikasi perbankan digital. Pastikan membaca syarat dan ketentuan, terutama terkait pencairan sebelum jatuh tempo dan mekanisme perpanjangan otomatis (auto-rollover).

Menurut sejumlah bank, termasuk CIMB Niaga, deposito paling sesuai bagi nasabah dengan profil risiko konservatif, yang lebih mengutamakan keamanan dan stabilitas dibandingkan potensi keuntungan tinggi. 

Selain itu, karakter deposito yang “mengunci” dana juga dapat membantu membangun disiplin menabung, karena nasabah tidak mudah tergoda menarik dana sebelum waktunya.

Deposito merupakan instrumen keuangan yang aman dan mudah dipahami oleh pemula. Dengan bunga yang pasti, perlindungan LPS, dan risiko rendah, deposito cocok untuk menjaga nilai dana dalam jangka pendek hingga menengah. 

Namun, agar manfaatnya optimal, pemula perlu menyesuaikan tenor, nominal, dan kebutuhan likuiditas, serta membandingkan bunga dan biaya sebelum menempatkan dana.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 09 Jan 2026 

Editor: Susilawati
Bagikan

Related Stories