KabarKito
UIN Palembang Gelar Workshop AI for Journalism Bersama Alunjiva
PALEMBANG, WongKito.co – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang bekerja sama dengan Alunjiva Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris menggelar workshop lanjutan bertajuk "AI for Journalism". Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital jurnalis, akademisi, dan praktisi komunikasi dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia jurnalistik.
Workshop yang berlangsung di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang tersebut merupakan kelanjutan dari program pelatihan nasional yang sebelumnya digelar secara daring dan diikuti 700 jurnalis, akademisi, serta praktisi komunikasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, DR Candra Darmawan, M.Hum saat membuka acara mengingatkan pentingnya penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab di ruang redaksi.
"Kecerdasan buatan seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu atau asisten digital yang dapat meningkatkan efisiensi kerja jurnalis, bukan menggantikan peran manusia dalam menghasilkan karya jurnalistik," kata dia, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga:
- Foto Cerita: TWA Punti Kayu Paru-Paru Kota yang Tak Terawat
- Seandainya Aku jadi Jurnalis Saat Tirto Adhi Soerjo masih Hidup
- Darurat Iklim: Cerita Tapak dan Menagih Akuntabilitas Iklim Menuju COP31
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak langsung menyalin dan menggunakan hasil yang dihasilkan AI tanpa melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan.
"Jangan sampai hasil dari AI itu langsung di-copy-paste oleh pengguna dan langsung diserahkan begitu saja," pesannya.
Ia menjelaskan, penggunaan AI tetap membutuhkan kemampuan berpikir kritis, verifikasi, serta penyuntingan manusia. Jurnalis harus memastikan informasi yang dihasilkan teknologi tersebut akurat, sesuai konteks, dan memenuhi kaidah jurnalistik.
Ia juga mengapresiasi atas kolaborasi internasional yang melibatkan Alunjiva Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris.
Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di bidang komunikasi dan media.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam memperkuat keterampilan digital dan memperkenalkan perspektif global mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Perwakilan peserta regional terpilih, Tasmalinda, juga menilai AI dapat membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan manusia apabila digunakan secara tepat.
Ia mencontohkan pemanfaatan AI untuk mengolah data dalam jumlah besar, membuat perbandingan informasi, hingga membantu mengidentifikasi kesalahan dalam pencatatan laporan keuangan.
Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan informasi ketika menggunakan berbagai aplikasi AI.
Dia menegaskan pengguna harus berhati-hati agar tidak mengunggah dokumen, data, maupun materi yang bersifat rahasia atau tidak ditujukan untuk konsumsi publik ke dalam platform kecerdasan buatan.
Pelatihan AI untuk Memperkuat Kualitas Jurnalistik
Setelah pembukaan, workshop dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dina Apriana yang membahas dasar-dasar kecerdasan buatan dan urgensi transformasi ruang redaksi di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Dina menjelaskan cara kerja dasar AI serta peluang integrasinya ke dalam proses kerja jurnalistik modern.
Menurutnya, perkembangan teknologi mendorong media massa untuk beradaptasi dengan perubahan pola produksi dan distribusi informasi. Namun, kecepatan kerja harus tetap diimbangi dengan penguatan fungsi kurasi dan verifikasi editorial.
Hal tersebut penting agar media tetap mampu menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas di tengah derasnya arus informasi yang diproduksi secara otomatis.
Materi workshop juga mencakup simulasi penggunaan beberapa aplikasi AI untuk mendukung riset dan produksi berita.
Peserta diajak menyusun perintah atau *prompt* yang tepat agar teknologi AI dapat menghasilkan informasi yang lebih relevan, objektif, serta memiliki kedalaman analisis.
Baca Juga:
- Warna Sriwijaya dari Mengadvokasi Desil sampai Penangganan KDRT
- Lebaran Seni Palembang, Ruang Temu Kreatif Hidupkan Denyut Nadi Seniman Lokal
- PGN Solution dan Direktorat Metrologi Kolaborasi Perkuat Akurasi Pengukuran Gas
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan AI untuk mendukung berbagai tahapan kerja jurnalistik tanpa mengabaikan prinsip verifikasi, independensi, orisinalitas, dan etika pers.
Kolaborasi antara Alunjiva Indonesia, Kedutaan Besar Inggris, dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang tersebut diharapkan turut memperkuat kapasitas jurnalis dan praktisi komunikasi dalam menghadapi transformasi industri media.
Pemanfaatan AI pada akhirnya diharapkan menjadi pendukung perkembangan jurnalisme modern, dengan manusia tetap memegang kendali atas proses produksi, pemeriksaan, dan tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan.(ril)

