BucuKito
Lebaran Seni Palembang, Ruang Temu Kreatif Hidupkan Denyut Nadi Seniman Lokal
PALEMBANG, WongKito.co — Ada yang berbeda dari sudut Panche Hub Coffee & Art Space belakangan ini. Di saat banyak ruang nongkrong berlomba-lomba menawarkan sekadar tempat menyeruput kopi, tempat yang berlokasi di Jalan Rambutan No. 25, Palembang ini justru memilih cara yang meriah dan berkesan untuk merayakan hari jadinya yang ke-6.
Mengusung tajuk "Lebaran Seni Palembang", acara ini menghadir sebagai ruang perayaan akbar bagi para pelaku seni dan penikmat budaya visual di Bumi Sriwijaya.
Diselenggarakan secara maraton mulai dari 23 Oktober hingga 1 November 2026, pergelaran ini sukses menjelma menjadi titik temu berbagai ekspresi kreatif.
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di area venue, atmosfer kreativitas langsung terasa pekat. Deretan karya ilustrasi, pameran seni visual, lukisan, board art, hingga stan art market berjejer rapi, memancing rasa penasaran siapa saja yang datang untuk melihat lebih dekat karya-karya anak muda lokal.
Baca Juga:
- BRI Dukung Pedagang Jeruk Semboro Naik Kelas, Kini Kirim 3 Truk Sehari
- Warna Sriwijaya dari Mengadvokasi Desil sampai Penangganan KDRT
- Pemuda Sumsel Tuntut Pemerintah Hentikan Warisan Krisis Karhutla
Berawal dari Inspirasi Jogja hingga konsistensi enam tahun, Manajer Panche Hub Coffee & Art Space, Raja Satria sekaligus penggerak di balik acara ini, menceritakan bahwa perayaan tahun ini bukan sekadar agenda seremonial ulang tahun biasa. Lebih dari itu, Lebaran Seni Palembang adalah wujud nyata konsistensi Panche Hub yang sejak tahun 2020 konsisten merawat ruang bagi ekosistem seni lokal di tengah kota Palembang.
"Selain menjual makanan dan minuman, kami juga konsisten menyajikan kegiatan seni untuk para penikmat seni di Palembang," ungkap Raja saat ditemui di lokasi, Kamis (29/10/2026).
Dia menjelaskan ide awal di balik penyelenggaraan ajang tersebut terinspirasi dari dinamika kantong-kantong seni di berbagai kota kreatif di Indonesia, terutama Yogyakarta dengan tradisi seni rupanya yang kuat, seperti Art Jog.
Dari situlah tercetus gagasan untuk menghadirkan ruang serupa di Palembang, sebuah tempat di mana para perupa, kreator, dan pencinta seni bisa melebur dalam satu titik apresiasi yang hangat dan inklusif, ujar dia.

Merajut Kolaborasi dan Menepis Keraguan
Mengajak puluhan seniman dan pelaku industri kreatif lokal bukanlah perkara mudah di awal. Namun, berbekal hubungan baik (networking) yang telah dibangun bertahun-tahun serta pengalaman rutin mengadakan ruang pamer dan experience melukis setiap satu hingga dua bulan sekali, Panche Hub berhasil meyakinkan para kreator untuk ikut ambil bagian.
“Awalnya kita coba keluarkan ide, lalu cari tahu apakah ada market-nya. Ternyata peminat experience ngelukis di sini cukup tinggi. Dari sana kita undang para seniman dan pelaku kreatif untuk titip jual karya hingga menyelenggarakan workshop, dan antusiasmenya luar biasa,” jelas Raja.
Rangkaian Agenda Padat: Dari Art Market hingga Malam Puncak
Selama 10 hari penyelenggaraannya dari tanggal 23 Oktober hingga 1 November 2026, Panche Hub menyajikan berbagai macam kegiatan seni interaktif yang dirancang untuk merangkul semua kalangan, mulai dari penikmat seni senior, anak-anak, hingga masyarakat umum yaitu: Art Exhibition & Art Market: Pameran visual dan pasar seni yang menampilkan puluhan karya rupa, ilustrasi, board art, hingga merchandise kreatif dari seniman lokal Palembang.
Ada juga "Live Painting & Art Activity": Sesi di mana pengunjung bisa melihat langsung proses penciptaan karya seni oleh perupa secara langsung, sekaligus memberikan ruang interaktif bagi publik yang ingin merasakan pengalaman berkesenian.
Kemudian, Kids Competition: Kompetisi khusus anak-anak yang dihadirkan untuk menumbuhkan minat dan bakat seni sejak usia dini di lingkungan yang menyenangkan.

Lalu, Art Experience: Fasilitas ruang pengalaman kreatif bagi pengunjung yang ingin mencoba langsung proses melukis dan mengekspresikan diri.
Tak ketinggalan Malam Lebaran Seni Art Show: Panggung apresiasi puncak yang merayakan kebersamaan seluruh seniman, komunitas, dan pengunjung yang hadir di Panche Hub.
Ruang Unjuk Gigi Seniman Lokal
Lebaran Seni Palembang tidak sekadar menjadi tempat berbelanja karya atau berswafoto di sudut ruangan yang artsy.
Baca Juga:
- Langit Sumsel yang Kelabu
- Karhutla Bukan Sekadar Masalah Lingkungan, tetapi Ancaman Kesehatan
- Mengapa Komunikasi Krisis Kita lebih Sesak dari Udara?
Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan sebuah asa besar dari para penyelenggara. Raja menegaskan bahwa pihaknya ingin membuktikan kepada dunia luar bahwa kualitas seniman dan pelaku kreatif asal Palembang sama sekali tidak kalah saing dan patut diperhitungkan.
“Harapan kita, event ini menjadi wadah bagi pelaku kreatif dan seniman untuk menonjolkan karyanya serta terus berkecimpung di dunia seni Palembang. Kita fasilitasi semaksimal mungkin, dan ke depan kita berharap bisa menjadikannya agenda tahunan rutin,” tegas Raja penuh optimis.
Dengan rangkaian acara yang kaya dan masih berlangsung hingga 1 November 2026, Lebaran Seni Palembang membuktikan bahwa ruang-ruang kreatif mandiri di Palembang terus hidup, bernapas, dan berkembang pesat.
Bagi Sobat Wong Kito yang mencari alternatif akhir pekan penuh inspirasi atau sekadar ingin merasakan pengalaman estetika yang berbeda berkunjung ke Panche Hub minggu ini tentu menjadi agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan. Mari ramaikan dan dukung terus karya-karya hebat dari seniman lokal kita, kata Raja.(*M. Agna Dzisyarif)
*Mahasiswa Magang MBKM Prodi Jurnalistik, UIN Raden Fatah Palembang, Angkatan 2024

