Liburan Kilat ke Luar Negeri Kian Digemari Warga RI

Jumat, 26 Juni 2026 10:46 WIB

Penulis:Nila Ertina

Editor:Nila Ertina

Foto Trip.com.jpg
(null)

JAKARTA, WongKito.co — Akhir pekan panjang, libur sekolah, dan kemudahan merencanakan perjalanan membuat wisatawan Indonesia semakin gemar menikmati liburan singkat ke luar negeri. Tren ini terlihat jelas pada musim liburan pertengahan tahun 2026, ketika perjalanan empat hari atau kurang justru menjadi pilihan utama.

Data Trip.com mencatat, pemesanan penerbangan internasional untuk perjalanan singkat meningkat 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Wisata kota di kawasan Asia Pasifik pun menjadi favorit karena dinilai praktis, fleksibel, dan tetap mampu menghadirkan pengalaman baru dalam waktu terbatas.

Kuala Lumpur dan Singapura masih menjadi tujuan yang paling banyak dipilih wisatawan Indonesia. Namun, kota-kota lain, seperti Seoul, Perth, dan Bangkok juga semakin diminati. Bahkan, Seoul mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 370 persen dibandingkan tahun sebelumnya, disusul Taipei yang tumbuh 143 persen.

Baca Juga:

Bagi banyak pelancong, daya tarik destinasi tersebut bukan hanya soal kedekatan geografis, tetapi juga pengalaman budaya, wisata kuliner, pusat belanja, hingga hiburan modern yang mudah diakses dalam waktu singkat.

“Wisatawan Indonesia cenderung memilih opsi perjalanan yang praktis, fleksibel, dan mudah direncanakan. Liburan singkat memungkinkan mereka memanfaatkan akhir pekan panjang dan momen liburan secara maksimal,” kata General Manager Trip.com Indonesia, Krishna Arya, dalam siaran pers, Kamis (25/6/2026).

Fenomena ini juga menunjukkan perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih matang dalam menyusun rencana perjalanan. Rata-rata waktu pemesanan dilakukan lebih awal, meningkat lebih dari lima hari dibandingkan tahun lalu. Dengan perencanaan yang lebih panjang, wisatawan memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan jadwal penerbangan, hotel, dan pengalaman wisata sesuai keinginan.

Tak hanya itu, pengeluaran rata-rata untuk tiket pesawat juga naik 28 persen. Kenaikan tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat bersedia mengalokasikan anggaran lebih besar demi kenyamanan dan fleksibilitas perjalanan mereka.

Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, liburan singkat tampaknya bukan lagi sekadar alternatif, melainkan gaya baru berwisata. Menjelajahi kota-kota regional dalam beberapa hari menjadi cara efektif untuk melepas penat tanpa harus mengambil cuti panjang, sekaligus memenuhi hasrat untuk terus menjelajah dunia.(ril)