Angkot dan Becak Bertahan di Era Digital

Senin, 02 Februari 2026 07:59 WIB

Penulis:Nila Ertina

Becak dan Angkot tetap bertahan di tengah derasnya  arus perubahan berbasis digital saat ini
Becak dan Angkot tetap bertahan di tengah derasnya arus perubahan berbasis digital saat ini (Foto WongKito.co/Magang/Azzahri Fahlepi Putra)

KOTA Palembang menjadi salah satu daerah yang paling lengkap sarana transportasi di Indonesia. Sejak dulu dikenal sebagai kota dengan transportasi lengkap yang terintegrasi angkutan darat, sungai dan udara.

Tersedia pilihan angkutan publik, di darat, seperti angkutan perkotaan (Angkot), bus kota, bus Transmusi dan becak.

Di perairan Sungai Musi, beroperasi ketek atau perahu kayu tradisional dan sebelumnya juga beroperasi bus air,

Baca Juga:

Untuk layanan ke luar kota Pempek, juga tersedia kereta api dan maskapai penerbangan.

Kekinian, di era digital, layanan transportasi modern dengan menggunakan aplikasi pemesanan dan kereta listrik atau KRL juga menambah pilihan sarana transportasi bagi masyarakat local maupun wisatawan.

Namun, potret transportasi modern di era digital ini, tentunya tidak serta merta mengalahkan eksistensi angkutan tradisional di darat, terutama angkot dan becak.

 

Angkot tetap jadi Pilihan

Rute "Ampera-Plaju" bukan sekadar nama yang dikenang, ini adalah jalur yang menghubungkan berbagai sisi kota dari kawasan Seberang Ulu menuju pusat kota.

Lalu, rute Angkot Ampera-Kertapati, Ampera-Bukit Besar dan Ampera-KM 5 hingga kini juga masih bertahan, melayani penumpang dengan tarif ongkos berkisar Rp5 ribu per penumpang.

 


Becak jadi Angkutan Wisata

Becak bukan hanya kendaraan, melainkan bagian dari identitas Palembang yang sudah ada sejak lama. Mampu masuk jalan kecil yang tidak bisa dilalui kendaraan besar, becak jadi solusi tepat untuk perjalanan dekat di kawasan padat penduduk, bahkan sering jadi pilihan untuk menjelajahi kawasan wisata kota.

Ikon kota yang tetap waras, buktinya masih banyak pengemudi yang setiap hari berjualan tenaga untuk mengangkut penumpang. Meskipun zaman sudah berubah dan banyak inovasi transportasi muncul, sentuhan personal dan nilai budaya yang dibawanya membuat beca tetap eksis dan jadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat Palembang.

Modernisasi mulai dari LRT

Berdampingan dengan angkot dan becak, rangkai kereta ringan atau LRT muncul sebagai wajah baru kemajuan kota. sarana transportasi ini sekaligus menunjukkan tiga moda transportasi utama Palembang yang bisa ditemukan berdampingan di berbagai tempat. Meskipun berbeda konsep, ketiganya sama-sama berperan penting dalam mengangkut ribuan orang setiap hari.

Ruang tunggu yang bersih dan terstruktur memberikan pengalaman berbeda. Bagi yang ingin menghindari kemacetan dan bepergian dengan nyaman, LRT adalah pilihan utama yang tepat.

Arsitektur atap stasiun yang khas dengan sentuhan khas Palembang jadi daya tarik tersendiri. Saat kereta tiba, penumpang dengan teratur mulai memasuki dalam, siap menjelajah kota dengan lebih cepat.

Dari luar jendela terlihat jelas - ruang yang luas dan nyaman membuat perjalanan jadi lebih menyenangkan. Penumpang bisa menikmati pemandangan kota yang lewat sambil menjaga kenyamanan perjalanan.(Magang/Azzahri Fahlepi Putra)