Cek 6 Tol Digratiskan untuk Mudik Lebaran 2026

Senin, 23 Februari 2026 14:10 WIB

Penulis:Susilawati

Tol Jogja Solo
Tol Jogja Solo (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah)

JAKARTA,  – Pemerintah membuka enam ruas tol fungsional tanpa tarif selama masa Mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini untuk jalan tol di jalur Trans Jawa dan Trans Sumatra dengan total panjang kurang lebih 198 kilometer.

Ruas tersebut belum beroperasi secara komersial sepenuhnya. Namun, Badan Komunikasi Pemerintah menjelaskan, ruas tol tersebut akan dibuka sementara selama masa mudik guna membantu memperlancar arus kendaraan selama musim mudik dan bisa dilintasi tanpa tarif.

“Kebijakan ini diharapkan membantu mengurai kepadatan arus kendaraan serta mendukung kelancaran perjalanan pemudik menuju kampung halaman. Ruas tol tersebut dibuka sementara dan dapat dimanfaatkan tanpa tarif selama masa operasional mudik,” tulis keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintahan melaluii akun Instagram @bakom.ri, Minggu, 22 Februari 2026.

Baca juga:

Ada pun, berikut ruas jalan tol yang dibuka sementara dan gratis:

Trans Jawa

- Jakarta-Cikampek II Selatan: Ruas fungsional sepanjang 54,75 KM

- Jogja-Bawen: Ruas fungsional sepanjang 4,85 KM

- Jogja-Solo: Ruas fungsional sepanjang 11,48 KM

- Probolinggo-Banyuwangi Tahap I: Ruas fungsional sepanjang 49,68 KM

Trans Sumatra (Hutama Karya) 

- Sigli-Banda Aceh Seksi I: Ruas fungsional sepanjang 23,9 KM

- Palembang-Betung Seksi I & II: Ruas fungsional sepanjang 53,6 KM 

Enam ruas tol fungsional itu memiliki total panjang sekitar 198 kilometer dan akan dioperasikan sementara, dan bisa digunakan secara gratis atau tak dipungut biaya selama masa mudik Lebaran 2026.

Pemerintah juga mengimbau para pemudik untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan maksimum yang telah ditetapkan yaitu 60 kilometer per jam, mengingat ruas tol tersebut masih berstatus fungsional.

“Demi keselamatan bersama: patuhi rambu demi keselamatan dan batas kecepatan 60 km/jam,” jelasnya.

Menurut Survei Angkutan Lebaran 2026 oleh Kementerian Perhubungan, jumlah masyarakat yang diproyeksikan melakukan perjalanan mudik yaitu 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan potensi pergerakan pada 2025 yang tercatat sebesar 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Di samping itu, puncak arus mudik mulai meningkat pada Kamis, 12 Maret 2026. Semantara, puncak arus mudik awal terjadi pada Jumat, 13 Maret, disusul gelombang berikutnya pada Rabu, 18 Maret 2026.

Arus balik diperkirakan mulai terjadi pada Senin, 23 Maret 2026. Puncak arus balik tahap pertama diprediksi berlangsung pada Selasa, 24 Maret, dan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 23 Feb 2026