Inilah Dampak ESG bagi Perusahaan dan Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 18:14 WIB

Penulis:Susilawati

esg-1.jpg
ESG (Corners)

JAKARTA - Istilah ESG belakangan semakin sering muncul dalam pemberitaan ekonomi dan pasar modal. ESG bukan sekadar jargon baru, melainkan konsep yang kini menjadi perhatian serius perusahaan dan investor di seluruh dunia. 

ESG dinilai mampu mencerminkan kualitas bisnis sekaligus keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.

ESG merupakan singkatan dari Environmental, Social, and Governance. Secara sederhana, ESG digunakan untuk menilai bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya, tidak hanya dari sisi keuntungan, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan.

Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu, 17 Januari 2026, aspek Environmental berkaitan dengan cara perusahaan mengelola dampak lingkungan, seperti penggunaan energi, emisi karbon, hingga pengelolaan limbah. 

Aspek Social menilai hubungan perusahaan dengan karyawan, konsumen, dan masyarakat, termasuk keselamatan kerja serta tanggung jawab sosial. Sementara Governance menyoroti tata kelola perusahaan, seperti transparansi manajemen, struktur dewan direksi, dan praktik antikorupsi.

Ketiga aspek ini saling melengkapi dan menjadi gambaran menyeluruh tentang bagaimana sebuah perusahaan dikelola.

Mengapa ESG Penting bagi Perusahaan?

Pentingnya ESG tidak lepas dari meningkatnya tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga tuntutan transparansi bisnis. Perusahaan dengan penerapan ESG yang baik umumnya dinilai lebih siap menghadapi risiko dan perubahan regulasi.

Menurut laman lembaga konsultan keuangan, PwC, perusahaan yang serius menerapkan ESG cenderung memiliki manajemen risiko yang lebih baik dan kinerja keuangan yang lebih stabil. Praktik bisnis yang bertanggung jawab juga membantu perusahaan menjaga reputasi dan kepercayaan publik.

Sebaliknya, perusahaan yang mengabaikan ESG berisiko menghadapi berbagai masalah, seperti konflik tenaga kerja, sanksi regulator, hingga penurunan kepercayaan investor.

Bagi investor, ESG kini menjadi salah satu bahan pertimbangan utama dalam mengambil keputusan investasi. Banyak investor institusional global hanya menanamkan modal pada perusahaan yang memenuhi standar ESG tertentu.

Perusahaan dengan skor ESG yang baik cenderung memiliki risiko lebih rendah dan daya tahan yang lebih kuat saat pasar bergejolak. Hal ini membuat saham perusahaan ber-ESG baik sering kali lebih diminati dan memiliki valuasi yang lebih stabil.

Pengaruh ESG juga tercermin langsung pada pergerakan saham perusahaan. Saat ini, banyak investor institusional global menjadikan ESG sebagai salah satu syarat utama dalam penempatan dana. 

Perusahaan dengan kinerja ESG yang baik cenderung lebih diminati investor, sehingga sahamnya memiliki likuiditas lebih tinggi dan pergerakan harga yang relatif lebih stabil dibandingkan emiten dengan praktik ESG yang lemah.

Dari sisi valuasi, ESG turut membentuk persepsi pasar terhadap risiko dan prospek jangka panjang perusahaan. Emiten yang dinilai memiliki tata kelola yang baik, kepedulian terhadap lingkungan, serta hubungan sosial yang sehat umumnya dianggap lebih berkelanjutan. 

Kondisi tersebut membuat investor bersedia memberikan valuasi yang lebih tinggi, sementara perusahaan dengan ESG rendah kerap mengalami tekanan harga akibat meningkatnya kekhawatiran risiko non-keuangan.

Dalam jangka panjang, penerapan ESG juga berpengaruh pada kinerja bisnis yang menopang harga saham. Praktik ESG yang baik membantu perusahaan menjaga efisiensi operasional, mengurangi potensi konflik, serta menghindari sanksi regulasi dan kerusakan reputasi. 

Hal ini membuat kinerja keuangan lebih stabil dan saham perusahaan lebih tahan terhadap gejolak pasar, sehingga ESG kini dipandang sebagai faktor penting dalam menilai kualitas dan daya tarik saham di pasar modal.

Perkembangan ESG di Indonesia

Di Indonesia, perhatian terhadap ESG juga terus meningkat. OJK mendorong perusahaan terbuka untuk menyusun laporan keberlanjutan sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada publik. Sejumlah emiten besar bahkan mulai menjadikan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Menurut OJK, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

ESG kini bukan lagi sekadar tren global, melainkan standar baru dalam menilai kualitas perusahaan. Pasar tidak hanya melihat seberapa besar laba yang dihasilkan, tetapi juga bagaimana perusahaan memperoleh laba tersebut dan apakah bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

Dengan semakin kuatnya perhatian terhadap ESG, perusahaan yang mampu menjalankan bisnis secara bertanggung jawab berpeluang memiliki nilai yang lebih baik di mata investor dan masyarakat.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 17 Jan 2026