IWD: Aksi Diam Rebut Kembali Keadilan Ruang Masyarakat Marginal

Sabtu, 07 Maret 2026 19:15 WIB

Penulis:Nila Ertina

IWD: Aksi Diam Rebut Kembali Keadilan Ruang Masyarakat Marginal
IWD: Aksi Diam Rebut Kembali Keadilan Ruang Masyarakat Marginal (Foto WongKito.co/Magang/Siti Sundari)

PALEMBANG, WongKito.co – Dalam rangka peringatan International Women's Day di Kota Palembang, Sabtu (7/3/2026) jaringan organisasi masyarakat sipil melakukan aksi diam di Halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) dan Taman Kambang Iwak, dengan tema "Merebut Kembali Keadilan Ruang Hidup Masyarakat Marginal" #GIVETOGAIN.

Mewakili Solidaritas Perempuan Palembang, Mutia Maharani, mengungkapkan aksi diam tersebut merupakan bentuk pernyataan sikap peserta mengenai berbagai konflik dan isu terkait perempuan.

"Poster-poster yang kita bawa, bertuliskan beragam kasus kekerasan gender, kekerasan perempuan yang berhadapan dengan konflik agrarian, dan juga isu lain sesuai masing-masing komunitas," ujarnya.

Baca Juga:

Mutia juga menyampaikan keresahannya terkait polemik  agraria yang memiskinkan perempuan, tahanan politik perempuan atau aktivis perempuan yang ditangkap karena bersuara menyampaikan aspirasi, juga kejahatan berbasis gender yang semakin marak terjadi.

"Setiap tahunnya itu kita tahu sendiri bahwa banyak kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan sampai dengan femisida, banyak terjadi," ungkapnya.

Mutia juga menyampaikan aksi ini tidak hanya berhenti pada aksi diam saja, melainkan akan berlanjut dengan aksi mundur yang simbolik mengisyaratkan kemunduran demokrasi, dan juga diskusi publik dan panggung rakyat pada 8 Maret 2026, yang akan menghadirkan berbagai narasumber mewakili jaringan, lalu bentuk ekspresi melalui seni pertunjukan dan literasi.

Ia melanjutkan, pada puncak acara akan ada pernyataan sikap dari peserta mengenai hak ataupun penangganan kelompok marginal di kota Palembang.

“Kami juga mudah-mudahan akan ada dialog dengan pemerintah terkait situasi yang ada di kota palembang, “ ujar Mutia.

Baca Juga:

Aksi diam dimulai sejak pukul 15.00 WIB, para peserta berkumpul di dalam Taman Monpera. Kemudian, para peserta berjalan ke depan Monpera dengan membawa poster dan banner berisi pernyataan sikap masing-masing.

Aksi diam ini merupakan bentuk respons terhadap sistem-sistem yang gagal melindungi perempuan, diekspresikan dalam bentuk poster-poster kritis yang mengharuskan para peserta aksi untuk berdiri diam selama 30 menit sambil mengangkat poster.

Peserta aksi ini berasal dari berbagai organisasi masyarakat sipil, seperti, KPA, LBH Palembang dan Walhi Sumsel.(Magang/Siti Sundari)