Kawasan Sungai Tawar Palembang Tak Lagi Kumuh, Warga: Belum Lengkap Tanpa Lampu Jalan

Sabtu, 11 Maret 2023 13:22 WIB

Penulis:admin

Editor:Redaksi Wongkito

Sungai Tawar
Kawasan Sungai Tawar tersedia kursi taman dan yang bisa dimanfaatkan warga untuk bercengkerama. (wongkito.co/yuliasavitri)

PALEMBANG, WongKito.co - Kawasan aliran Sungai Tawar di Kelurahan 28-29 Ilir kini sudah tertata rapi dan menarik, lengkap dengan fasilitas umumnya. Kesan kumuh telah terganti menjadi lokasi spot foto bagi warga sekitar maupun pengunjung.

Tersedia kursi taman dan yang bisa dimanfaatkan warga untuk bercengkerama. Trotoar yang dibangun juga terlihat lega di kedua sisi sungai. Jembatan kecil di tengah pemukiman juga dipercantik dengan hiasan tanjak khas Palembang, menambah unik kawasan ini untuk didatangi. Apalagi, lokasinya dekat dengan destinasi Gudang Buncit.

Dewi, warga RT 14 Kelurahan 28 Ilir menuturkan, penataan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Palembang untuk Sungai Tawar ini membawa berkah tersendiri bagi warga seperti dirinya. Selain lebih enak dipandang, kawasan ini menjadi ramai dikunjungi. Dia yang sehari-hari berjualan kue di sekitar Jembatan Sungai Tawar jadi mendapat lebih banyak keuntungan.

“Sudah hampir setahun ini lingkungan kami jadi ramai didatangi orang. Kebanyakan memang untuk berfoto, jadi seperti tempat wisata baru,” tutur Dewi.

Baca Juga:

Namun dia berharap, fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota Palembang bisa disempurnakan. Terutama lampu jalan dan trotoar yang masih belum menyala. Dia meyakinkan, sungai akan terjaga kebersihannya kalau sudah menarik seperti ini, lagipula sudah disediakan kotak sampah di area tersebut. “Ya, tinggal lampu yang belum lengkap,” ujarnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Palembang menata Sungai Tawar di 28-29 Ilir seperti Lebak Cindo sebagai upaya menata kawasan kumuh sekaligus pengendalian banjir. Penataan kawasan melalui Balai Permukiman tersebut berupa perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, drainase, septic tank komunal, dan lainnya. Sungai Tawar terhubung dengan aliran anak sungai yang masuk dalam program restorasi Sekanak Lambidaro. (*)