AJI Indonesia
Jumat, 16 Januari 2026 07:46 WIB
Penulis:Nila Ertina
Editor:Nila Ertina

PALEMBANG, WongKito.co - Menyambut mahasiswa magang regular Prodi Jurnalistik, UIN Raden Fatah Palembang, Redaksi WongKito.co menyelenggarakan pembekalan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai langkah awal jurnalis muda memasuki dunia jurnalisme.
Materi KEJ disampaikan Redaktur WongKito.co, Yulia Savitri dan acara dibuka Pemimpin Redaksi WongKito.co, Nila Ertina FM, Selasa (13/1/2026).
Yulia mengatakan pedoman dan moral menjadi dua kata kunci utama dalam Kode Etik Jurnalistik.
"Terdapat dua kata kunci utama dalam kode etik jurnalistik, yakni pedoman dan moral. Kedua unsur ini menjadi dasar utama dalam melangkah saat melakukan peliputan langsung," kata dia.
Baca Juga:
Dia menambahkan pedoman dalam kode etik berfungsi sebagai panduan kerja. Sementara moral merujuk pada bentuk hati nurani yang menjadi integritas seorang jurnalis dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Lebih lanjut, Yulia menjelaskan kode etik diibaratkan seperti rel kereta. Rel itu menuntun arah jalur perjalanan kerja jurnalistik agar tidak melenceng. Tanpa rel yang kuat, kerja jurnalistik berisiko kehilangan arah tujuan.
Di sinilah pentingnya menyeimbangkan antara profesionalisme dan tanggung jawab dalam Kode Etik Jurnalistik. KEJ juga merupakan landasan dalam bekerja untuk kepentingan publik. Setiap informasi harus mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat, tegas Yulia.
Pemimpin Redaksi WongKito.co, Nila Ertina FM menambahkan melalui pembekalan ini, WongKito.co berupaya memperkuat kesadaran etis.
Baca Juga:
Kesadaran tersebut menekankan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pemberitaan dengan menjadikan Kode Etik Jurnalistik sebagai acuan utama dalam setiap proses peliputan, tambah dia.
Di tengah beragam permasalahan di dunia jurnalisme saat ini, ia menambahkan penting sekali jurnalis tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.
"Karena sesungguhnya, jurnalisme yang ideal itu bagaimana menempatkan ruang redaksi sebagai corong suara publik yang berpihak pada kebenaran," kata dia.(Magang/Manda Dwi Lestari)