Selasa, 03 Februari 2026 13:51 WIB
Penulis:Nila Ertina

MUNGKIN belum banyak yang tahu keberadaan UPTD Panti Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Sensorik, Dinas Sosial Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel).
Panti yang berlokasi di Jalan Sosial, tidak jauh dari pusat Kota Palembang tersebut, telah beroperasi sejak tahun 2017.
Kepala Dinas Sosial Sumsel, melalui Kepala UPTD Panti Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Sensorik, Deddy Ismail mengungkapkan panti yang menjadi rujukan bagi penyandang disabilitas netra, tuli dan tuna wicara ini sebenarnya sudah cukup lengkap layanan yang disediakan.
Namun, diakuinya memang masih terbatas penjangkauan, kata dia dibincangi, Senin (2/2/2026).
Baca Juga:
Dia mengungkapkan saat ini ada sebanyak 28 klien yang mengikuti rehabilitasi di panti tersebut. Dan sebanyak 22 pegawai UPTD yang melayani mereka.
"Klien tidak hanya berasal dari Kota Palembang, tetapi ada juga dari Kabupaten Lahat dan Kota Lubuklinggau," kata dia.
Layanan rehabilitasi di UPTD Panti Disabilitas Sensorik dilakukan secara gratis. Bukan hanya layanan konsultasi dan belajar, seperti psikologi dan braille tetapi juga disediakan asrama dengan tanpa bayaran alias gratis.
"Kami menyediakan layanan gratis, tetapi klien harus sesuai kriteria yang telah ditetapkan," kata dia lagi.
Proses penerimaan klien di panti tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, mulai dari surat keterangan tidak mampu, usia dan tidak mengalami disabilitas mental.
Klien juga harus dipastikan berasal dari kota dan kabupaten di Sumatera Selatan.
Asrama dan Belajar Rutin
Deddy menambahkan panti yang dikelolanya mendukung upaya penyandang disabilitas sensorik untuk mandiri, tidak tergantung dengan siapapun.
Karenanya, selama di panti, klien tidak hanya belajar membaca braille bagi penyandang netra, dan bahasa isyarat bagi tuna wicara tetapi mereka juga diajari bagaimana menjalani hidup yang mandiri tanpa bergantung kepada orang lain.
"Bahkan, ada praktik memasak di sini," tambah dia.
Tim WongKito.co berkesempatan untuk melihat langsung kegiatan klien disabilitas UPTD Panti Disabilitas Sensorik. "Ayo ke asrama putra," kata salah seorang pegawai UPTD.
Kami pun berkeliling, diawali dengan masuk ke asrama putra yang tampak rapi dan bersih, lalu ke asrama putri yang juga terlihat bersih dan rapi.
"Kerapian dan kebersihan asrama tanggung jawab para klien, dan mereka menerapkan jadwal piket," kata Ica, Humas UPTD Panti Disabilitas Sensorik.
Sementara itu, dari kejauhan terdengar keriuhan anak-anak panti sedang bermain di halaman bersama pegawai UPTD dan tiga orang mahasiswa magang dari Universitas Sriwijaya.
"Hari ini, mereka diizinkan keluar, setelah sebelumnya banyak belajar di ruangan," kata Ica lagi.
Baca Juga:
Ia bercerita para klien memiliki beragam kelebihan dan keunikan yang kadang tidak terpikirkan. Contohnya, ada seorang klien yang mengalami kebutaan 100 persen, tetapi dia sangat pandai naik pohon kelapa dan memilih buah yang sudah tua.
Adalagi, yang dari jauh sudah bisa tahu siapa yang akan lewat, pokoknya banyak sekali kelebihan mereka penyandang disabilitas di sini, ujar dia.
Deddy menambahkan bagi masyarakat yang memiliki keluarga penyandang disabilitas sensorik, dan ingin menitipkan ke panti silakan datang dan kontak dinas sosial terdekat.
"Proses rekomendasi klien nanti dari dinas social dan asesmen akan dilakukan tim kami," kata dia.(ert)