Antusiasme Siswi SMAN Sumsel, Dialog Kespro bersama WCC Palembang

Suasana dialog Kespro di SMAN Sumsel yang diselenggarakan WCC Palembang (Foto WongKito.co/Nila Ertina FM)

PALEMBANG, WongKito.co - Dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Women Crisis Center (WCC) Palembang menyelenggarakan dialog Hak Kesehatan Reproduksi dan Hak Kesehatan Menstruasi dengan Tema Sehat Reproduksi, Nyaman Menstruasi “Kenali Tubuhmu, Jaga Kesehatanmu”, di SMAN Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (21/7/2026).

WCC Palembang bekerja sama dengan SMAN Sumsel menghadirkan narasumber untuk membahas Kesehatan Reproduksi (Kespro) Ketua Biro Psikologi Potensia, Dr.Dra.Hj. Telly Pauline Ulviana Siwi, M.Si,M.M,Psi dan Ketua Rumah Ibu & Dewan Pembina WCC Palembang, Hj.Maphilinda, M.I.Kom, dialog dimoderatori Ketua Dewan Pengurus WCC Palembang, Yeni Roslaini.

Mengawali dialog interaktif Yeni meminta puluhan siswi untuk menjelaskan apa makna kata dari seks. Siswa SMAN Sumsel tampak antusias menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai pembuka dialog tersebut.

Baca Juga:

Telly menjelaskan bahwa makna dari kata seks tersebut, sebenarnya adalah jenis kelamin. Sering kali kita diminta mengisi formular, dan salah satu yang harus diisi adalah seks alias jenis kelamin, kata dia menjelaskan.

Dialog bergulir ke kespro, sekali lagi, siswi-siswi SMAN Sumsel menunjukan animo yang tinggi menjawab dan menanggapi pertanyaan yang disampaikan narasumber terkait bagaimana menjaga kespro.

Dalam kesempatan yang sama, Maphilinda mengungkapkan bagaimana pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi perempuan, termasuk saat menstruasi.

"Kebersihan dan kesehatan reproduksi perempuan itu penting, agar tidak terjangkit beragam penyakit yang rentan menimpa perempuan," kata dia.

Di sisi lain, Telly juga menambahkan pentingnya membangun kepedulian terhadap teman, ia mencontohkan para siswi SMAN Sumsel yang tinggal di asrama harus tahu bagaimana kondisi kesehatan, kebersihan dan termasuk juga kondisi emosi kawan-kawan, minimal dari kawan sekamar.

Karena menurut dia, kepedulian itu menjadi sangat penting di tengah beragam masalah yang dapat ditimbulkan akibat tidak saling memperhatikan.

Sementara Yeni menambahkan hingga kini permasalahan yang dihadapi anak-anak dan perempuan muda masih banyak belum terungkap. Contohnya, kasus kekerasan seksual dan pernikahan dini.

Dua hal tersebut tambah Yeni, sangat penting diperhatikan. Sebab masih banyak yang takut melapor atau bahkan ada yang menganggap kekerasan seksual dan pernikahan normal saja.

Padahal Yeni menegaskan perempuanlah yang menjadi korban. Setiap korban kekerasan tentunya penting sekali untuk didukung dan diperjuangkan haknya.

Direktur WCC Palembang, Yesi Aryani saat menyampaikan kata sambutan menjelaskan sebagai salah satu anggota Konsorsium PERMAMPU, WCC Palembang berkomitmen dalam memperjuangkan perlindungan, pemberdayaan, serta pemenuhan hak perempuan dan anak.
 
Penguatan kepemimpinan perempuan akar rumput dalam upaya penghapusan kemiskinan melalui perlindungan dan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), serta pencegahan dan penanganan perkawinan anak di bawah usia 19 tahun, menjadi salah satu focus utama program, kata dia.

"Hari ini, kami menyelenggarkan sosialisasi pemenuhan hak anak khususnya anak Perempuan untuk memperoleh informasi yang benar, aman, dan komprehensif mengenai kesehatan seksual dan reproduksi yang tentunya sangat penting," tegas Yesi.

Menurut dia akses terhadap informasi HKSR merupakan bagian dari hak dasar anak yang berperan dalam melindungi mereka dari berbagai risiko, seperti perkawinan anak, kekerasan berbasis gender, serta permasalahan kesehatan reproduksi.

"Sosialisasi dan dialog kespro ini menjadi sangat penting untuk terus disebarluaskan," kata dia lagi.

Kenalkan Pembalut Kain Ramah Lingkungan

Penggunaan pembalut konvensional, hingga kini menjadi pilihan mayoritas perempuan ketika menstruasi. Pembalut pabrikan tersebut dinilai lebih praktis, karena sekali pakai.

Namun, dibalik itu, pembalut konvensional dengan berbagai merek tersebut berpengaruh dalam menyumbang sampah plastik. Bahkan kerap kali pada tumpukan sampah ditemukan bekas pembalut konvensional tersebut.

Perempuan berperan penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, apalagi krisis iklim yang terjadi saat ini dampaknya sangat luar biasa terhadap perubahan hidup mahluk di bumi.

Upaya perempuan berperan aktif dalam menjaga lingkungan telah dilakukan banyak komunitas, tetapi mulai menganti pembalut konvensional dengan pembalut kain yang ramah lingkungan menjadi sangat strategis untuk mendukung pengurangan sampah domestic.

Yesi dalam kesempatan yang sama di hadapan puluan siswi-siswi SMAN Sumsel mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan berbagai komunitas, termasuk perempuan disabilitas dan bank sampah di Kota Palembang telah memroduksi pembalut berbahan kain yang ramah lingkungan.

Baca Juga:

Pembalut tersebut bermerek Cindo-Pads, dibuat oleh tangan-tangan perempuan yang berdedikasi pada kesehatan alat reproduksi dan juga lingkungan, kata dia.

Dia menjelaskan Cindo-Pads sangat pas digunakan saat sedang menstruasi. Mencucinya juga mudah, dan tentunya tidak menghasilkan sampah, tambah dia.

Bagi yang ingin mendapatkan pembalut Cindo-Pads bisa menghubungi Whatsapp di nomor 0821-6444-7877, atau email ke cindopads@gmail.com. Pembeli juga bisa menghubungi instagram @cindopads mau pun facebook cindopads.(Ert)
 


Related Stories