KabarKito
Begini Rahasia di Balik Produksi Lagu K-Pop
JAKARTA, – Lagu-lagu K-pop yang menjadi megahit tidak lagi diproduksi di satu negara saja. Melodinya sering kali ditulis oleh komposer dari Eropa, dan aransemennya disempurnakan oleh produser dari Amerika, sebelum direkam dan penampilan akhir diselesaikan di Seoul. Sistem produksi yang tersebar secara global ini telah menjadi standar dalam industri K-pop.
Seiring K-pop semakin mengukuhkan posisinya di pasar musik global, sistem produksinya pun berkembang dengan cepat. Untuk mendapatkan kandidat lagu baru, agensi hiburan K-pop besar kini mengadakan “song camp,” yaitu sesi intensif selama beberapa hari yang melibatkan banyak komposer dari berbagai negara dan menghasilkan puluhan lagu.
Dilansir dari The Korea Times, lagu-lagu yang diciptakan melalui sesi-sesi ini dirancang untuk mencerminkan tren suara global dan menarik bagi audiens di seluruh dunia. Dalam hal ini, K-pop telah berevolusi menjadi genre pop hibrida yang dirancang secara bersamaan di berbagai kota di dunia.
Baca juga:
- Nyepi 2026 Momentum Penyucian Diri dan Penguatan Harmoni dengan Alam
- Konsumsi Bensin Melonjak Saat Mudik, Berapa Emisi Karbonnya?
- Ramadan Sale 2026, Tren Gamis “Bini Orang”
Apa yang Mendorong Pergeseran K-Pop ke Produksi Global?

Inti dari sistem produksi global K-pop terletak pada jaringan komposer dari luar negeri. Di antara yang paling menonjol adalah tim asal Swedia, yang dikenal dengan kekuatan khas mereka, hook yang kuat dan penulisan lagu pop yang berfokus pada melodi, sehingga sering menjadi kolaborator dalam produksi K-pop.
Selain itu, penulis lagu dan produser dari Amerika Serikat dan Inggris kini hampir selalu hadir dalam industri ini. Mulai dari lagu-lagu milik bintang dunia seperti BTS, BLACKPINK, dan TWICE hingga rilisan dari grup idola pendatang baru, semakin jarang ditemukan karya K-pop yang tidak melibatkan kontributor dari luar negeri.
Biasanya, proses ini dimulai dengan pembuatan demo lagu oleh komposer dari luar negeri. Tim A&R dari Korea kemudian memilih kandidat terbaik dan menyempurnakannya dengan lirik berbahasa Korea. “Song camp” menjadi salah satu wujud paling jelas dari sistem ini.
Perusahaan hiburan besar bekerja sama dengan penerbit asing, menghadirkan penulis lagu internasional, menghasilkan puluhan lagu dalam hitungan hari, lalu menyeleksi karya terbaik, sebuah proses yang dirancang agar selaras dengan tren musik global.
Alasan di balik adopsi model produksi ini oleh K-pop cukup sederhana, yaitu daya saing global. Seiring genre ini berkembang ke kancah internasional, keberhasilan di pasar luar negeri menjadi semakin penting. Bekerja sama dengan komposer yang memahami produksi pop Amerika dan Eropa kini dianggap sebagai kunci untuk mendapatkan keunggulan di pasar musik dunia.
Efisiensi industri juga menjadi faktor penting lainnya. Grup K-pop dituntut merilis beberapa lagu dan proyek setiap tahun, sehingga ketersediaan materi secara berkelanjutan menjadi hal yang krusial. “Song camp” menawarkan cara yang sangat efisien untuk mendapatkan puluhan demo sekaligus.
Dari kumpulan tersebut, perusahaan dapat memilih lagu-lagu terbaik, sehingga peluang menciptakan hit global pun meningkat, ini menjadi salah satu alasan mengapa sistem ini semakin diminati.
“Seiring dengan ekspansi K-pop secara global, memang benar bahwa respons dan penjualan di pasar luar negeri semakin menjadi indikator utama keberhasilan,” kata seorang sumber dari industri tersebut.
“Bagi perusahaan hiburan, menjaga identitas K-pop sekaligus merilis musik yang dapat menarik pendengar global telah menjadi hal yang penting. Dalam hal ini, secara aktif memanfaatkan sistem produksi global untuk mencerminkan tren pasar lokal dalam lagu-lagu adalah langkah yang wajar,” sambungnya.
“Selama K-pop terus menikmati popularitas di luar negeri, sistem produksi yang didistribusikan secara global ini kemungkinan akan semakin mapan,” tambah sumber internal industri tersebut.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 19 Mar 2026

