KabarKito
Cerita Inisiatif Warga Sekitar SM Padang Sugihan Terdampak Asap Karhutla
PALEMBANG, WongKito.co - Masyarakat di sekitar Suaka Margasatwa Padang Sugihan Jalur 21 berinisiatif untuk berdonasi nasi bungkus untuk tim petugas pengendali kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi gajah tersebut.
Seperti disampaikan Partini (45), warga Desa Sumber Makmur, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin yang dibincangi usai mengantarkan nasi bungkus dan kopi melalui dermaga Jalur 21, Kamis (17/9/26).
Dia mengatakan, gerakan donasi satu bungkus nasi peduli ini baru dimulai Senin 14 September lalu. Selain donasi nasi bungkus, disediakan juga kopi dan teh yang dikemas dalam galon. Semua hidangan itu diantar dengan perahu dayung menyeberang ke PKG Jalur 21 Padang Sugihan.
- Jejak Pahlawan Nasional di Museum AK Gani Palembang
- GSMP Naik Kelas, Sumsel Bangun Ekosistem Pangan dari Hulu hingga Hilir
"Kami melihat bagaimana berat dan lelahnya petugas gabungan memadamkan api sekaligus menjaga habitat gajah di sana dalam satu bulan terakhir ini," katanya.
Donasi kecil ini menjadi bentuk rasa terima kasih karena masyarakat merasakan dampak asap karhutla. Menurutnya, karhutla di kawasan Padang Sugihan ini menjadi yang terparah setelah karhutla tahun 2019.
"Asap karhutla sudah mengganggu hari-hari kami, anak jadi sekolah daring, sudah banyak warga yang kena ISPA."
Ketua Tim Manggala Agni Banyuasin Jalur 21, Suharto membenarkan, karhutla di kawasan konservasi gajah Padang Sugihan tahun ini menjadi yang terparah. "Tahun lalu juga ada lahan terbakar di Padang Sugihan tapi cepat tertangani. Berbeda dengan tahun ini, kalau tidak ada tim gabungan tidak bisa tertangani oleh kami sendiri," ujarnya.
Memasuki awal September 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatera Selatan. “Luasan area yang terbakar mencapai 2.300 hektare hingga awal September lalu,” sebut Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto saat dikonfirmasi WongKito.co di kantornya.
Kawasan konservasi tersebut menjadi habitat Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatrensis serta fauna teridentifikasi lainnya, seperti beruang madu dan aneka burung seperti elang tikus. Api cukup sulit dipadamkan karena karakteristik lahannya adalah bergambut dalam.

