Durian Linggau Banjiri Kota Palembang, Harga mulai Rp 8.000

Durian Linggau Banjiri Kota Palembang, Harga mulai Rp 8.000 (Foto WongKito.co/Nila Ertina FM)

PALEMBANG, WongKito.co - Musim durian telah tiba, bahkan sejak beberapa pekan lalu Kota Palembang "dibanjiri" durian dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, seperti durian dari Lubuklinggau dan Muaraenim. Pedagang mematok harga mulai dari Rp 8 ribu per buah.

Bagi yang ingin membeli durian di kota Pempek, kini hampir setiap sudut kota bisa ditemukan penjual durian, mulai dari kawasan Padang Selasa, Jalan Demang Lebar Daun dan Kambang Iwak serta lokasi lain di kawasan Seberang Ulu, misalnya Plaju.

Salah seorang pedagang durian, Yana mengatakan durian yang dijualnya berasal dari Kota Lubuklinggau dan sekitarnya.

"Kemarin seharian hujan sampai malam, jadi durian kami kurang pembeli, cuma sedikit yang terjual," kata dia, ditemui di kawasan Kambang Iwak, Minggu (4/2/2024).

Baca Juga:

Ia mengungkapkan durian dijual dengan harga mulai dari 4 buah Rp 50 ribu hingga Rp 25 ribu per buah.

"Harga durian kami terjangkau dan pembeli bisa memilih sendiri atau minta dipilihkan boleh," kata dia lagi.

Hal senada diungkapkan Rian pedagang durian lain di kawasan Padang Selasa mengungkapkan kalau menjual buah musiman tersebut dengan harga yang sangat murah. "Ada yang Rp 8 ribu per buah," kata dia.

Menurut dia sebenarnya semakin mahal harga durian, sebagai penjual tentunya menjamin kualitasnya.

Namun, memang masih banyak yang memilih durian dengan harga terjangkau karena memang kebetulan ada barangnya, tambah dia.

Bantu Pedagang dengan tidak Menukar

Bagi sejumlah orang mengonsumsi durian dengan rasa yang sesuai dengan selera menjadi pilihan utama, misalnya ada penyuka durian dengan rasa manis atau manis tapi ada rasa pahitnya.

Karenanya, ketika tidak menemukan rasa sesuai selera mereka akan langsung menukar dengan buah baru hal itu tentu berlaku saat makan durian di tempat penjual.

Baca Juga:

Hal itu, tentunya biasa berlaku bagi pedagang durian di toko-toko yang omzetnya juga lumayan besar. Mereka itu penjual yang bukan pedagang musiman.

Namun, sebaiknya menganti durian yang tidak sesuai selera tersebut tidak dilakukan ketika membeli durian pada pedagang musiman yang omzetnya tak menentu. Yana bercerita durian yang mereka beli secara borongan di kebun. Sehingga mereka pun tidak tahu secara menyeluruh kualitas durian, karenanya sangat wajar jika ada yang kurang bagus.

"Kalau banyak pembeli yang menukar karena tidak sesuai selera kami sebenarnya rugi, hanya saja daripada tidak terjual kami biarkan ditukar," ujar dia.

Ia bercerita durian berkualitas rendah biasanya mereka buka dan dijadikan olahan tempoyak atau durian fermentasi. Karena dari ratusan buah durian yang mereka  beli biasanya paling tidak ada 25 persen yang kurang bagus, cerita dia.(ert)


Related Stories