Genjot Hilirisasi Perikanan Budidaya untuk Ekspor, KKP Resmikan Unit Produksi Pakan Ikan Mandiri Salah Satunya di OKU Timur

Genjot Hilirisasi Perikanan Budidaya untuk Ekspor, KKP Resmikan Unit Produksi Pakan Ikan Mandiri Salah Satunya di OKU Timur (freeepik.com)

YOGYAKARTA, WongKito.co - Upaya mengenjot hilirisasi perikanan budidaya untuk kebutuhan ekspor, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan rajai pasar dunia dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun mendatang.

"Potensinya perikanan budidaya Indonesia sangat besar. Ada lima komoditi unggulan yang menjadi fokus kita yaitu udang, lobster, kepiting, rumput laut, dan tilapia. ," tegas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) DJPB KKP Tahun 2023 di Yogyakarta, Senin (27/2/2023).

Dia menjelaskan guna mencapai target merajai pasar dunia tersebut, KKP mengusung strategi kebijakan ekonomi biru berupa pengembangan budidaya laut, pesisir dan darat yang ramah lingkungan.

Strategi ini bertujuan meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen dengan peran inovasi teknologi yang ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan bahan baku pakan dari luar negeri, serta menumbuhkan usaha-usaha turunan di hilir sektor perikanan, kata dia.

Baca Juga:

Ia menambahkan perikanan budidaya menurutnya masa depan perikanan Indonesia bahkan dunia, karena tren perikanan tangkap cenderung menurun dari tahun ke tahun. Sementara kebutuhan protein dunia diprediksi akan meningkat hingga 70 persen pada tahun 2050 sesuai data FAO.

"Sejauh ini kita belum merajai di pasar global, padahal komoditas kita sangat banyak. Ini yang kita benahi, kita susun strateginya bagaimana kita merajai pasar global. Kita sudah bisa memroduksi indukan udang, kita punya teknologi kultur jaringan, bagaimana ini semua bisa menopang kebutuhan pembudidaya di dalam negeri sehingga produktivitasnya meningkat," ujar dia.

Khusus komoditas udang yang selama ini menjadi andalan ekspor produk perikanan Indonesia, KKP menerapkan strategi modelling dan revitalisasi tambak tradisional. Tambak udang modelling seluas 69 hektare sedang dibangun di Kebumen, Jawa Tengah dan siap dibangun di tempat-tempat lain.

Kemudian untuk komoditas lainnya, KKP memiliki program Kampung Perikanan Budidaya yang sudah dijalankan di 130 titik. Skala kampung perikanan budidaya ini terus ditingkatkan sehingga tidak hanya proses produksi di hulu yang tumbuh tapi juga usaha turunan di hilir.

"Dengan modelling diharapkan pembangunan tambak di Indonesia mengikuti standar yang sudah ada, sehingga produktivitasnya bagus dan ramah lingkungan. Kemudian kampung budidaya skalanya harus besar. Ini semua butuh endurance agar lima komoditas tadi menjadi champion di pasar global," pungkasnya.

Unit Produksi Pakan

Dalam rapat kerja teknis tersebut, Menteri Trenggono juga meresmikan dua Unit Produksi Pakan Ikan Mandiri (UPPIM) di Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten Pasaman.

Baca Juga:

Keduanya telah selesai dibangun dan siap dioperasikan untuk mendorong peningkatan produktivitas perikanan budidaya di Kampung Perikanan Budidaya, sekaligus mendorong hilirisasi sektor tersebut.

"UPPIM Kabupaten Pasaman di bawah naungan BPBAT Sungai Gelam mampu memproduksi pakan sebanyak 1 ton per jam. Dengan produktivitas itu, UPPIM Pasaman mampu menyuplai 5 persen dari kebutuan kawasan Kampung Mas di Pasaman," ungkap Dirjen Perikanan Budidaya TB Haeru Rahayu.

Sedangkan UPPIM OKU Timur mampu menyuplai 3.600 ton pakan per tahun atau 6-7 persen dari kebutuhan kawasan Kampung Patin di wilayah itu.(*)

 


Related Stories