KabarKito
Harga Cabai Naik, Konsumen Sesuaikan Jumlah Pembelian
PALEMBANG, WongKito.co – Harga cabai di Pasar 26 Ilir Palembang mengalami perubahan pada Rabu (23/9/2026). Sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan, sementara jenis lainnya relatif stabil. Kondisi tersebut membuat konsumen menyesuaikan jumlah cabai yang dibeli dengan harga dan kebutuhan rumah tangga.
Berdasarkan pantauan di Pasar 26 Ilir Palembang, harga cabai rawit mengalami kenaikan dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, harga cabai setan masih bertahan di angka yang sama.
Yudin, pedagang cabai di Pasar 26 Ilir, mengatakan harga cabai rawit pada pekan sebelumnya berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram. Saat ini, harganya mencapai Rp70 ribu per kilogram.
Baca Juga:
- Dorong Transformasi Ekonomi di Tengah Ketergantungan Batu Bara
- Dorong Operasional Hijau, RSUP Dr. Sardjito Gunakan Layanan Gas Bumi PGN
- Cerita Inisiatif Warga Sekitar SM Padang Sugihan Terdampak Asap Karhutla
Sementara itu, harga cabai setan masih bertahan di Rp80 ribu per kilogram.
“Minggu lalu Rp60–65 ribu rawit, kalau sekarang Rp70 ribu. Cabai burung hari ini Rp80 ribu, minggu lalu masih segitu juga harganya,” ujar Yudin.
Konsumen Kurangi Pembelian Saat Harga Cabai Naik
Perubahan harga cabai turut memengaruhi pola belanja konsumen. Ketika harga naik, sebagian konsumen memilih mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
Salah satu pembeli di Pasar 26 Ilir, Nilawati (50), mengatakan harga cabai saat ini masih tergolong tinggi, terutama cabai setan yang mencapai Rp80 ribu per kilogram.
“Masih tinggi lah, daripada sebelumnya ini aja masih di harga Rp80 ribu,” ujar Nilawati.
Menurut Nilawati, kenaikan harga membuatnya menyesuaikan jumlah pembelian. Jika harga cabai sedang tinggi, ia biasanya mengurangi pembelian dari satu kilogram menjadi setengah kilogram.
“Kalau mahal ibu kurangi, misalnya sekilo jadi setengah. Kalau murah ya ibu tetap,” katanya.
Meski harus mengurangi jumlah pembelian, Nilawati tetap memilih cabai setan karena menyukai tingkat kepedasannya.
“Cabai setan kalau ibu sering biasanya beli, kan pedas cabai setan ini,” jelasnya.
Baca Juga:
Pengeluaran Rumah Tangga Ikut Bertambah
Selain memengaruhi jumlah pembelian, perubahan harga cabai juga berdampak terhadap pengeluaran belanja Nilawati. Ia memperkirakan pengeluarannya bertambah sekitar 50 persen dibandingkan sebelumnya.
“50 persen lah bertambah,” ujarnya.
Kondisi harga cabai yang berubah-ubah membuat konsumen harus menyesuaikan belanja dengan kebutuhan rumah tangga lainnya. Cabai tetap dibeli, tetapi jumlahnya disesuaikan dengan harga yang berlaku di pasar.
Hingga Rabu (23/9/2026), harga cabai di Pasar 26 Ilir masih menunjukkan perubahan. Sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan, sementara jenis lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Bagi konsumen, kondisi tersebut membuat jumlah pembelian cabai disesuaikan dengan harga agar kebutuhan bahan pangan lainnya tetap dapat terpenuhi.(*Vyrania Kartika)
*Mahasiswa Magang MBKM UIN Palembang Angkatan 2024

