BucuKito
Hari Terakhir Festival Sriwijaya, Ayo ke Dekranasda
SEJAK siang penonton sudah disuguhi Penampilan kesenian tradisional dari beberapa daerah, pada hari pertama Festival Sriwijaya ke-34 dengan tema ""The Ancient Relics of Sriwijaya" atau Peninggalan Kuno Sriwijaya, Jumat (15/5/2026). Penampil mulai dari tarian daerah, pertunjukan musik tradisional, hingga atraksi budaya khas Sumatera Selatan, yang tampil silih berganti di pelataran panggung.
Penampilan pertama di awali dari perwakilan Pemkab Empat Lawang membawa nyanyian dengan judul lagu Empat Lawang Ilok.
Lalu mereka juga membawa pertunjukan seni yang berjudul Gema Hulu Saling Keruani Saling Kerawati dengan menggunakan baju adat, pentas yang mereka bawakan merupakan cerita tentang Keindahan Alam Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati dan pesona Sungai Musi yang membanggakan.
Baca Juga:
- Simak 5 Tips Ala IKEA Agar Rumahmu Tak Berantakan
- AXIS CUP Kembali Hadir, Kini di 88 Kota dengan Dukungan AXIS 5G AF
- Pasar Temenggung Bukti Akulturasi Budaya dan Pusat Penjualan Buah Berkualitas
Seorang pengunjung Festival Sriwijaya, Rizki mengakui sangat takjub menyaksikan penampilan delegasi dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
"Sangat menyenangkan berada di Festival Sriwijaya, tidak hanya menghibur tetapi filosofinya juga luar biasa terkait dengan budaya dan tradisi warisan leluhur," kata dia, dibincangi WongKIto.co.
Antusias penonton terlihat dari gelak tawa dan tepuk tangannya. Disela pertunjukan itu mereka juga mementaskan tarian dengan membawa ketuben atau alat penangkap ikan. Tarian tersebut merepresentasikan tradisi gotong royong dan kegembiraan masyarakat setempat saat turun ke Sungai Musi untuk menangkap ikan yang mabuk akibat fenomena alam.
Kemudian ada juga penampilan dari Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mereka juga membawakan pertunjukan legendaris dari asalnya dan tarian khas dari daerahnya dengan membawa properti tampah diiringan musik tradisional yang dimainkan secara langsung menggunakan alat musik daerah.
Baca Juga:
- Titik Banjir Bertambah, Sumsel Bersih Dorong Kebijakan Berbasis Data
- Indrieffouny Pimpin DPP Alumni Permato 2026-2029
- Di Lereng Dempo, Aku Belajar Perjuangan tidak Pernah Berdiri Sendiri
Lalu Palembang juga membawakan nyanyian khas Palembang seperti lagu cak mano lagi lalu bernyanyi diiringi pianao dan penari selainitu mereka juga membawakan tari kreasi samar panah.
Festival Sriwijaya menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah Kerajaan Sriwijaya. Tahun ini acaranya berlangsung selama tiga hari di Kompleks Dekranasda Sumsel, Palembang, Jumat-Minggu (15-17/05/2026).(Magang/Tanya Zalzalbilla)

