Ragam
Ini Alasan PLN Terkait belum Meratanya Infrastruktur Kendaraan Listrik
JAKARTA -Hingga kini, infrastruktur komponen kendaraan listrik belum merata alias masih terpusat di Jakarta saja.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengungkapkan pengguna terutama mobil listrik masih banyak di Jakarta. Karenanya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) diutamakan di wilayah Ibu Kota.
"Kendaraan listrik itu kompleks dari komponen hingga user semua memiliki kesinambungan, jadi jika mau memperluas SPKLU di luar daerah perlu sinergi berkesinambungan," kata dia, Rabu (20/7/2022).
Doddy tidak merinci berapa banyak jumlah SPKLU dan jumlah pemilik mobil listrik di Jakarta. Namun ia mengatakan pada 2030 akan dibangun SPKLU dan penggunaan KLBB dengan perbandingan 1:10.
Baca Juga:
- Imbas Inflasi, BI Proyeksi Ekonomi Global Menurun ke 2,5 Persen
- Rupiah Melemah 46 Poin ke Level Rp15.036 per USD, BI Pastikan Pertahankan Suku Bunga
- Sri Lanka Resmi Tunjuk Mantan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe Sebagai Presiden Baru
Harapannya, dalam satu SPKLU dapat melayani 10 kendaraan elektrik. Sehingga sampai akhir 2030 ditargetkan sudah ada 60 ribu SPKLU untuk melayani 600 ribu kendaraan listrik.
Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan, pembangunan infrastruktur SPKLU merupakan langkah tepat untuk kemudahan pemilik kendaraan listrik.
Namun ada persoalan kritikal kendaraan listrik yang perlu menjadi perhatian. Di antaranya belum adanya standar keselamatan untuk kendaraan listrik yang dibuat oleh pemerintah yaitu Dinas Perhubungan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Debrinata Rizky pada 21 Jul 2022