Ragam
Intip Yuk 8 Tips Mengatur Gaji Pertama dengan Bijak
JAKARTA – Setelah bertahun-tahun bergantung pada orang tua untuk uang saku demi kebutuhan sehari-hari, menerima gaji pertama bisa memberi sensasi luar biasa karena akhirnya merasa benar-benar dewasa.
Kini, kalian bisa menggunakan uang hasil kerja keras kalian untuk hal-hal yang kalian inginkan tanpa harus bertanggung jawab pada orang tua.
Namun, menjadi seorang pekerja dewasa juga berarti harus lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola pengeluaran bulanan. Kebebasan baru untuk membeli apa pun tidak berarti kalian bisa menghabiskan uang seenaknya.
Baca juga:
- Cara Mengurangi Konsumsi Energi di Rumah
- Simak 10 Tips Hidup Hemat Melunasi Utang Tanpa Tertekan
- OJK Libatkan Pramuka untuk Perkuat Agen Literasi Keuangan Sumsel
Sebelum tergoda membeli pakaian mahal, kopi, atau makanan tren yang mahal, beberapa hal penting yang sebaiknya kalian rencanakan dengan gaji pertama.
Cara Mengatur Gaji Pertama dengan Bijak
Dilansir dari berbagai sumber, berikut tips mengelola gaji pertama dengan bijak:
1. Buat Anggaran
Susun anggaran berdasarkan penghasilan bersih bulanan kalian. Dengan membuat anggaran, kalian bisa lebih mudah mengendalikan keuangan serta memantau ke mana uang kalian digunakan.
Mencatat pengeluaran bulanan juga mencegah menebak-nebak ke mana uang habis. Pastikan anggaran yang dibuat realistis, dan dahulukan membayar kebutuhan tetap seperti tagihan atau cicilan.
Kalian juga bisa menerapkan aturan 50-30-20 sebagai panduan sederhana dalam mengatur keuangan. Alokasikan 50% dari pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk tujuan keuangan, dan 20% untuk pengeluaran fleksibel.
2. Tetapkan Tujuan Keuangan
Alih-alih langsung berinvestasi tanpa arah yang jelas dan berisiko menghambat tujuan, lebih baik susun kerangka yang jelas tentang apa yang ingin dicapai.
Kalian bisa membagi tujuan keuangan menjadi jangka panjang, seperti investasi saham, reksa dana, atau obligasi, serta tujuan jangka pendek, misalnya dana likuid, lalu alokasikan pendapatan sesuai kebutuhan.
Dengan cara ini, kalian bisa mengetahui berapa besar dana yang perlu diinvestasikan untuk tiap tujuan dan berapa lama jangka waktunya. Jika perlu, mintalah bantuan penasihat keuangan untuk membantu menemukan pilihan investasi yang sesuai dengan target finansial.
3. Langsung Pisahkan Uang Tabungan
Saat gaji sudah masuk ke rekening, jangan menunggu sampai ada sisa uang baru menabung. Sebaliknya, segera sisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan di awal.
Jumlah yang ditabung bisa disesuaikan dengan kondisi finansial, namun kuncinya adalah konsistensi. Dengan cara ini, kalian bisa lebih cepat mencapai tujuan keuangan tanpa pusing menghadapi kekurangan di akhir bulan.
4. Hindari Cicilan Tak Penting
Keinginan untuk membeli barang mahal atau gadget terbaru memang sering muncul, apalagi saat limit paylater atau kartu kredit masih tersedia. Namun, perlu diingat, jika tidak benar-benar diperlukan, cicilan justru bisa menjadi jebakan yang membebani keuangan.
Kalau barang tersebut belum mendesak, lebih baik ditunda dulu. Kumpulkan dana sedikit demi sedikit, lalu beli ketika kondisi finansial sudah siap. Dengan begitu, kalian bisa terhindar dari utang yang tidak perlu.
5. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Salah satu godaan terbesar setelah menerima gaji adalah rasa ingin membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting. Padahal, kunci keuangan yang sehat adalah mampu membedakan mana kebutuhan dan mana sekadar keinginan.
Cobalah membuat dua daftar terpisah, satu berisi kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan lainnya, dan satu lagi berisi keinginan seperti nongkrong, skincare, belanja online, atau traveling. Dengan begitu, kalian bisa lebih bijak dalam menggunakan uang serta terhindar dari pengeluaran impulsif.
6. Hadiahi Diri Kalian dengan Bijak
Terlalu ketat memangkas hal-hal kecil yang membuatmu bahagia justru bisa berbalik membuatmu kewalahan dan akhirnya boros tanpa kontrol. Karena itu, saat menyusun anggaran, sisakan ruang untuk memenuhi keinginan agar tetap seimbang.
Sebagai bentuk apresiasi, kalian bisa menghadiahi diri dengan makan malam spesial atau liburan singkat ketika berhasil mencapai salah satu target keuangan.
7. Siapkan Dana Darurat
Hidup penuh dengan hal yang tak terduga. Mulai dari perbaikan rumah besar, kendaraan rusak, kondisi darurat kesehatan, hingga kejadian lain yang muncul tanpa diduga. Karena itu, penting untuk memiliki dana darurat yang bisa menutupi kebutuhan hidup setidaknya selama enam bulan.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah menaruh dana darurat pada instrumen likuid, seperti reksa dana pasar uang atau produk berjangka pendek hingga 91 hari. Keuntungan dari instrumen ini adalah fleksibel, kalian bisa mencairkannya kapan saja dan menggunakannya saat terjadi keadaan darurat.
8. Jalani Hidup dengan Penuh Keyakinan
Setelah lebih dari satu dekade menempuh pendidikan, memasuki dunia kerja memang bisa terasa menantang. Agar lebih siap menghadapi tanggung jawab baru dan segala kemungkinan di masa depan, penting untuk bersikap bijak sejak menerima gaji pertama.
Hal ini mencakup membangun tabungan, mengurangi utang berbunga tinggi, memahami asuransi dan investasi, hingga menyiapkan dana untuk kebutuhan besar seperti pernikahan atau renovasi rumah, hal-hal yang umumnya akan dialami dalam hidup.
Dengan memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memperkuat kesehatan finansial, kalian bisa menjalani hidup dengan lebih percaya diri dan tenang, serta siap menghadapi setiap momen kehidupan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 31 Aug 2025