Jaga Kesehatan Mental, Lakukan 5 Tips dari Ahli ini

Jaga Kesehatan Mental, Lakukan 5 Tips dari Ahli ini (Pexels / Cottonbro Studio)

JAKARTA - “Aku kena mental" kalimat ini menjadi sering sekali didengar, dilontar anak-anak generasi Z. Ya kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang untuk berpikir, merasa, dan berperilaku dengan cara yang sehat dan produktif.

Seorang dokter spesialis pediatri Devika Bhushan MD yang  menulis kepada Psychology Today berbagi pengalamannya ketika hidup dengan gangguan bipolar selama 14 tahun. 

Ia merangkumnya menjadi 5 tips menjaga kesehatan mental. 

1 . Anda Tidak Bisa Mempercepat Proses Pemulihan

Salah satu bagian yang menyakitkan dari kondisi kesehatan mental yang buruk adalah Anda tidak dapat memperkirakan kapan penyakit itu akan berakhir.

Baca Juga:

Anda tidak selalu bisa memercayai pemikiran yang Anda miliki tentang apakah atau kapan Anda akan pulih di tengah kondisi tersebut, Anda mungkin merasa tidak akan pernah sehat lagi.

Bhushan menyarankan kepada Anda untuk bersabar dengan diri sendiri dan prosesnya.

2. Ketika Semuanya Memburuk, Tetapkan Tujuan-Tujuan Kecil dan Rayakan Kemenangan-Kemenangan Kecil

Ketika Anda merasa mental Anda tidak baik-baik saja, melakukan pekerjaan mudah bisa terasa begitu sulit. Seperti berbelanja bahan makanan, membaca, bahkan menelepon seseorang. 

Jika Anda sedang berada di kondisi ini, buatlah tujuan-tujuan kecil yang dapat dicapai: mungkin mandi, berjalan-jalan, atau mendengarkan lagu favorit. Jangan membuat diri Anda kecewa dengan membuat tujuan yang sulit.

Dan biarkan diri Anda merayakan kemenangan kecil. Peluk diri Anda, tepuk tangan dengan keras, tulis ucapan selamat untuk diri Anda sendiri.

Kemenangan kecil ini secara bertahap akan membawa Anda ke kemenangan yang lebih besar seiring dengan kemajuan Anda.

3. Menormalkan Waktu Istirahat untuk Kesehatan Mental

Terkadang, mencoba bekerja atau belajar sambil berusaha untuk sembuh dari gangguan mental yang diderita bisa menjadi kontra-produktif.

Percayai naluri Anda tentang apa yang Anda (atau orang yang Anda cintai) lakukan, apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan, dan apa yang Anda butuhkan untuk sembuh.

Saat memberi tahu supervisor tentang perlunya waktu istirahat, Anda tidak perlu menjelaskan secara detail. Anda dapat menggunakan istilah umum seperti “masalah kesehatan”. 

4. Minta dan Terima Bantuan dan Beri Tahu Orang-Orang Terdekat Cara Terbaik untuk Mendukung Anda

Komunitas dan koneksi adalah kunci kesejahteraan. Jangan ragu untuk bersandar pada orang yang Anda cintai ketika Anda sedang tidak sehat walaupun ini mungkin terasa sulit.

Langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat rencana terlebih dahulu tentang apa yang mungkin Anda lakukan atau perlukan saat Anda sakit. Anda dapat memperbarui atau mengubah rencana ini kapan saja.

Pikirkan tentang siapa yang dapat membantu Anda dan dengan cara apa. Misalnya, dengan kebutuhan sehari-hari seperti memasak atau mengasuh anak atau meminta untuk menemani Anda ke dokter.

Baca Juga:

Kemudian mintalah bantuan khusus ini kepada orang-orang tertentu. Cobalah untuk tidak merasa bersalah. Ingatlah ketika Anda sehat, Anda akan dapat memberikan kembali semua bantuan yang Anda terima saat ini. 

5. Ciptakan Ruang untuk Kegembiraan

Buatlah daftar siapa dan apa yang membuat Anda merasa gembira dan sengaja berikan ruang untuk mereka. Lindungi waktu untuk kegembiraan dan tawa, koneksi, makna dan refleksi, kreativitas, dan kebiasaan sehat seperti olahraga dan waktu di alam.

Bagi Bhushan mengaktifkan kegembiraan bisa sesederhana mengubah apa yang ia perhatikan setiap hari. Contohnya dengan sengaja mendengarkan panasnya air pancuran atau menikmati kicau burung dan sinar matahari. 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rumpi Rahayu pada 10 Sep 2023 


Related Stories