Lakukan ini, agar Anak Punya Mental Kuat Sejak Dini

Lakukan ini, agar Anak Punya Mental Kuat Sejak Dini (ist)

JAKARTA - Kalau istilah terkini, anak generasi stroberi yang dianologikan lemah dan tidak  memiliki kemampuan untuk mandiri mungkin terjadi pada anak Anda.

Maka penting sekali melakukan upaya agar anak-anak menjadi kuat dan siap berkompetesi dengan tangguh dalam menghadapi kehidupan.

"Banyak anak tidak mengembangkan kekuatan mental yang mereka butuhkan untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab," kata Psikoterapis Amy Morin sebagaimana dilansir dari Psychology Today Sabtu (18/3/2023).

Morin menambahkan, sejak dini, anak-anak perlu tahu bahwa mereka dapat memiliki perilaku bertentangan dengan perasaan mereka.

Baca juga:

Berikut adalah cara yang bisa dilakukan orangtua untuk memiliki anak dengan mental yang kuat.

1. Ajarkan anak menghadapi ketakutan

Saat anak menghindari sesuatu yang menakutkan, maka ia tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan diri yang ia butuhkan untuk menangani perasaan tidak nyaman.

Saat Anak menghadapi sesuatu yang membuatnya tak nyaman,  bantu anak menghadapi ketakutannya selangkah demi selangkah. Beri semangat, puji usahanya, dan beri penghargaan karena berani. Dengan begitu, anak akan belajar bahwa dia adalah anak yang cakap yang bisa melangkah keluar dari zona nyaman.

2. Bangun Karakter Anak

Sebagai mahluk yang masih bertumbuh, anak-anak membutuhkan petunjuk moral yang kuat untuk membantu mereka membuat keputusan yang sehat. Sejak dini, tanamkan nilai-nilai baik pada anak. Serta ciptakan peluang untuk pelajaran kehidupan yang bisa memperkuat nilai-nilai tersebut secara teratur.

Anak-anak yang memahami nilai-nilai baik pada diri mereka, lebih cenderung membuat pilihan yang sehat. Bahkan ketika orang lain mungkin tidak setuju dengan tindakan mereka.

3. Ajarkan keterampilan khusus

Mengajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang lebih baik untuk waktu selanjutnya adalah hal penting untuk membuat mental anak kuat dibanding membuat mereka menderita karena kesalahan mereka.

Dibanding menggunakan hukuman sebagai konsekuensi kesalahan, lebih baik Anda mengajarkan keterampilan khusus. Anda bisa mengajarkan sejumlah hal seperti keterampilan pemecahan masalah, kontrol impuls, dan disiplin diri.

Keterampilan ini akan membantu anak belajar berperilaku secara produktif, bahkan ketika ia dihadapkan dengan godaan, keadaan sulit, dan kemunduran.

Baca Juga:

4. Ajak anak berpikir realistis

Sulit bagi anak-anak untuk merasa kuat secara mental ketika mereka membombardir diri mereka sendiri dengan kekecewaan. Karenanya, Anda perlu mengajari anak untuk membingkai ulang pikiran negatif sehingga dia dapat berpikir lebih realistis.

5. Biarkan anak berbuat salah

Kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. KArenanya, tak usah malu jika anak berbiat salah dalam proses pembelajarannya.

Saat melakukan kesalahan, biarkan sang anak mengatasi konsekuensinya selama hal tersebut masih aman ditangani. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memberi pengertian bagaimana mencegah kesalahan serupa terulang di masa depan.

 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rizky C. Septania pada 18 Mar 2023 

Nila Ertina

Related Stories