Ragam
LRT Sumsel Izinkan Buka Puasa di Kereta, Ini Aturannya!
Palembang, WongKito.co- LRT Sumsel selama bulan puasa Ramadan 1447 H tahun 2026 menerapkan aturan khusus untuk penumpang LRT.
Penumpang yang naik LRT di waktu jam berbuka puasa, diperbolehkan untuk makan dan minum, tapi terbatas hanya makanan/snack ringan dan minuman di dalam tumbler/ botol untuk berbuka puasa.
Hal ini sebagai toleransi untuk menghormati penumpang yang menjalani ibadah puasa untuk segera berbuka puasa.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menjelaskan, aturan di dalam LRT selama ini adalah melarang penumpang untuk makan dan minum di dalam LRT karena untuk kenyamanan penumpang itu sendiri.
Baca Juga :
- PW Muslimat NU Sumsel, Khusyuk Salat Tasbih dan Istighosah
- Intip Kesiapan Masjid Agung Palembang Sambut Ramadan
- Gen Z Sadar Lingkungan tapi Jadi Konsumen Aktif Fast Fashion
"Namun selama bulan puasa Ramadan ini, Kami membolehkan penumpang untuk berbuka puasa apabila masih dalam perjalanan mengingat perjalanan LRT terakhir adalah pukul 19.01 dari stasiun DJKA dan 19.55 dari stasiun Bandara,” ujar Aida.
Aida menyampaikan petugas di dalam LRT akan mengingatkan penumpang apabila waktu berbuka telah tiba.
Meski begitu pihaknya juga mengingatkan agar penumpang memperhatikan dan menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di dalam LRT.
Serta tetap tertib selama waktu berbuka sehingga tidak mengurangi kenyamanan bagi penumpang itu sendiri. Untuk jam operasional selama bulan puasa Ramadan tetap seperti biasa, dengan 94 perjalanan mulai pukul 05.06 hingga 20.43 WIB dan jarak antar stasiun (headway) 18 menit
Baca Juga :
- J&T Express Atur Strategi Hadapi Lonjakan Pengiriman Ramadan
- IndiHome Temani Sahur, Ngabuburit, hingga Lebaran
- Sambut Ramadan, Pedagang Ayam Kampung Panen
Aida mengungkapkan data penumpang yang menggunakan LRT Sumsel sampai pertengahan bulan Februari tahun 2026 dari 1 Januari hingga 16 Februari, tercatat 571.837 penumpang dengan rata-rata 12.166 setiap harinya.
Sedangkan volume angkutan penumpang tertinggi saat ini pada tanggal 1 Januari 2026 yaitu 37.461 penumpang.
Untuk 4 stasiun teratas ramai naik turun penumpang hingga pertengahan Februari 2026 adalah Asrama Haji (114.026 penumpang), Ampera (89.928 penumpang), DJKA (77.108 penumpang) dan Bumi Sriwijaya (65.236 penumpang).
Layanan LRT Sumsel rute stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) merupakan wujud konektivitas antar moda transportasi sebagai wujud Asta Cita yang mempermudah penumpang untuk melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat terbang.
Layanan LRT Sumsel yang terhubung ke bandara SMB II menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menghindari kemacetan dan memastikan ketepatan waktu tiba di bandara.
"Namun kami juga menghimbau agar para penumpang LRT Sumsel yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat terbang dapat mengatur perjalanannya dengan memilih jadwal keberangkatan LRT Sumsel minimal 3 Jam sebelum keberangkatan pesawat, katanya.
Hal ini agar tidak terlambat dengan syarat waktu chek in pesawat yang akan digunakannya, mengingat setiap maskapai penerbangan mempunyai aturan jam minimal chek in berbeda-beda.

