BucuKito
Masih Ramai Dibeli, BJ Bawah Ampera Jadi Sumber Penghasilan
PALEMBANG, WongKito.co - Taman kota bawah Jembatan Ampera masih dijadikan tempat usaha oleh para penjual baju bekas atau BJ. Sebelumnya, lokasi ini merupakan sarana rekreasi keluarga dengan permainan anak-anak. Letaknya yang strategis karena berdampingan dengan Pasar 16 menjadikan lokasi ini lebih menguntungkan untuk pedagang.
Ertika, salah satu penjual baju bekas di bawah Jembatan Ampera mengatakan, berjualan baju bekas tidak butuh modal besar sehingga ramah bagi yang ingin memulai usaha. Karena itu, baju bekas yang kerap dianggap tidak berguna justru menjadi sumber penghasilan yang stabil baginya dan para penjual lainnya.
"Saya sudah jualan baju bekas ini dari tahun 2001. Kenapa memilih berjualan ini karena lebih simpel dan tidak besar modalnya, jadi ramah untuk berjualan," ujar Ertika saat ditemui, Minggu (18/01/2026).
Stok baju-baju bekas yang akan dijual, diakui Ertika diperolehnya dengan membeli langsung dari si pemilik baju. “Kami mendapatkan dari rumah ke rumah, nanya ada baju yang tidak dipakai lagi atau tidak, kalau ada kami beli,” jelasnya.
Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per baju tergantung pada kondisi barang. Adapun biaya sewa tempat berjualan ditetapkan sebesar Rp 4.000 per hari per pedagang. Sehingga, jika dia ingin berjualan keesokan harinya perlu membayar kembali.
Menurut Ertika, kendala utama yang dia hadapi adalah kurangnya pembeli karena banyaknya pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. Namun, hal itu tidak menjadi masalah besar baginya.
"Bukan satu dua orang yang jualan di sini, untung-untungan. Ketika belum laku hari ini ya dibawa pulang dulu ke rumah, besok bisa dijual lagi, tidak basi seperti kalau jual makanan," tuturnya.
Kondisi lokasi yang ramai setiap hari Minggu menjadi dukungan bagi para pedagang seperti Ertika, karena tempat ini tidak hanya buka seminggu sekali. Untuk harapan ke depannya, dia hanya berharap dagangannya lancar dan dirinya tetap sehat agar bisa berjualan terus.
Harga Lebih Murah

Salah satu pembeli, Sri Wahyuni beralasan memilih berbelanja baju bekas di lokasi tersebut karena ekonomi. Menurutnya, harga baju bekas yang dijual di bawah Jembatan Ampera lebih murah daripada beli baju baru dengan kualitas yang sama.
Walaupun bekas, Sri memastikan tetap melihat kualitas produk. Ia biasanya mencari baju dengan bahan yang baik dan lembut. Terkait kebersihan dari pakaian bekas yang dijual, diakuinya memang ada sedikit kekhawatiran.
- JPPI: MBG Lahirkan Iklim Pembungkaman di Sekolah
- Pemerintah Rilis 8 SBN Ritel Sepanjang 2026, Cek Jadwalnya
- Larisnya Mimi Bento Palembang, Lapak Sarapan FYP TikTok
"Ada khawatirnya karena kan kita tidak tahu siapa yang pakai baju ini dulu, apakah dia ada penyakit atau tidak. Tentunya, sesudah dibeli langsung dicuci sampai bersih," ujarnya.
Disinggung seberapa sering berkunjung ke bawah Jembatan Ampera, Sri mengatakan tergantung kesibukan dan kebutuhan. “Untuk berapa sering ke sini kalau lagi ada waktu luang dan memang lagi perlu beli baju,” katanya. (Mg/Azzahri Fahlepi Putra)

