Ekonomi dan UMKM
Pemerintah Rilis 8 SBN Ritel Sepanjang 2026, Cek Jadwalnya
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan bersiap kembali memanjakan investor domestik dengan menerbitkan delapan seri Surat Berharga Negara (SBN) Ritel sepanjang tahun 2026.
Langkah ini diambil menyusul tingginya animo masyarakat dalam mengoleksi instrumen fixed income yang aman dan dijamin negara tersebut.
Merujuk situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), instrumen yang ditawarkan mencakup Obligasi Negara Ritel, Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan, hingga Sukuk Wakaf. Seri pembuka tahun ini adalah ORI029 yang dijadwalkan mulai masa penawarannya pada 26 Januari hingga 19 Februari 2026 nanti.
Optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Sepanjang 2025, pemerintah sukses meraup dana jumbo dari penerbitan SBN ritel. Sorotan utama tertuju pada seri ORI027 yang mencatatkan rekor penjualan tertinggi dalam sejarah, mencapai total Rp37,35 triliun dari dua tenor yang ditawarkan pada awal tahun lalu.
ORI027 berhasil memecahkan rekor pemesanan nominal tertinggi yang sebelumnya dipegang SR008 tahun 2016. Selain itu, seri ini juga menarik 86.624 investor, melampaui rekor jumlah investor terbanyak sebelumnya. Tingkat kupon menarik sebesar 6,65% dan 6,75% menjadi magnet utama bagi para pemilik modal domestik.
Selain ORI027, seri lain juga mencatatkan kinerja solid. Sukuk Ritel SR022 meraup Rp27,84 triliun dan Sukuk Tabungan ST014 mengumpulkan Rp23,35 triliun. Data ini menunjukkan bahwa selera investor terhadap surat utang negara masih sangat tinggi, terutama di tengah ketidakpastian pasar saham global.
Gen Z dan Milenial Kuasai Pasar SBN
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, mengungkapkan bahwa basis investor domestik kini semakin kuat dan inklusif. Ia mencatat total jumlah investor SBN per Desember 2025 telah menembus rekor baru yakni 1,45 juta investor, yang menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam melakukan pendalaman pasar keuangan domestik.
"Dominasinya masih anak muda. Sekitar 58 persen dari pemegang SBN kita adalah Milenial dan Gen Z. Ini membuktikan literasi keuangan generasi muda kita semakin baik, mereka tidak hanya spending, tapi sudah investing di instrumen negara," jelas Thomas mengapresiasi tren positif tersebut.
Baca juga:
- Jejak 5 Kasus Korupsi Pajak, Gayus hingga Rafael Alun
- Bukan Kopi Susu, Ini 7 Jenis Kopi Terbaik untuk Diet
- JPPI: MBG Lahirkan Iklim Pembungkaman di Sekolah
Dengan basis investor muda yang besar, pemerintah yakin target penerbitan delapan seri SBN di 2026 akan terserap maksimal. Bagi Anda yang berminat mengamankan dana di instrumen negara, berikut adalah jadwal tentatif masa penawaran SBN Ritel sepanjang tahun 2026 yang wajib dicatat.
Berikut Jadwal Tentatif Penawaran SBN Ritel 2026:
ORI029: 26 Januari — 19 Februari 2026
SR024: 6 Maret — 15 April 2026
ST016: 8 Mei — 3 Juni 2026
ORI030: 6 Juli — 30 Juli 2026
SR025: 21 Agustus — 16 September 2026
SWR007: 4 September — 21 Oktober 2026
SBR015: 29 September — 22 Oktober 2026
ST017: 6 November — 2 Desember 2026
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Alvin Bagaskara pada 12 Jan 2026

