OJK Sumsel: Bank Siapkan Layanan Khusus untuk Penyandang Disabilitas

OJK Sumsel: Bank Siapkan Layanan Khusus untuk Penyandang Disabilitas (Foto WongKito.co/Yulia Savitri)

PALEMBANG, Wongkito.co - Keluhan penyandang disabilitas yang mengungkapkan belum ada bank di Kota Palembang yang menyediakan fasilitas yang ramah bagi difabel ditanggapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung dengan segera menyiapkan bank yang memberikan pelayanan khusus.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung, Untung Nugroho mengatakan dalam Waktu dekat sejumlah bank di Kota Palembang akan mengoperasikan layanan untuk penyandang disabilitas.

"Pelayanan khusus difabel akan segera diluncurkan, sejumlah bank sudah bersiap," kata dia, Ketika ditemui pada kegiatan puncak semarak (Harvesting) “UMKM Naik Kelas, Belanja Lokal Gencar, serta Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dalam rangkaian Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Tahun 2024, Minggu (26/5/2024).

Baca Juga:

Ia menjelaskan nantinya akan dilakukan pembagian bank-bank yang  melayani penyintas disabilitas, seperti tunanetra dan tunadaksa.

"Jadi tidak semua bank akan melayani disabilitas secara umum, tetapi akan dibagi berdasarkan fasilitas yang  disiapkan," ujar dia.

Sebelumnya,  Akses layanan perbankan dinilai masih belum ramah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM difabel. Padahal, Undang-Undang sudah mengatur agar penyandang disabilitas mempunyai hak untuk mendapatkan kesempatan berinklusi di segala aspek kehidupan.

Hal ini diakui Wide dari Yayasan Sharing Disability Indonesia saat dibincangi di stand Pameran Produk UMKM Bangga Buatan Indonesia (BBI), Sriwijaya Expo di lapangan DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (24/05/2024).

Dia mengungkapkan, selama ini kawan difabel yang menjadi anggota yayasannya kerap mengeluhkan sulitnya mengisi formulir keuangan yang harus membubuhkan tanda tangan, terutama bagi teman netra. Sebab, formulir bank belum menggunakan huruf braille.

Tidak hanya itu, perbankan juga belum ada pegawai terlatih yang bisa membantu pelayanan bagi nasabah difabel, terutama bagi teman tuli. “Rata-rata bank sekarang menjadikan satpam sebagai front office yang belum semua bisa berbahasa isyarat. Hal-hal seperti itu yang sering kami temui saat mendampingi anggota membuka rekening,” jelasnya.(ert/lia)

 


Related Stories