KabarKito
Pemkot Palembang Akhirnya Berlakukan PJJ, Dampak Kabut Asap Karhutla
PALEMBANG, WongKito.co - Pemkot Palembang akhirnya memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kota Pempek, sejak Agustus 2026. PJJ mulai diterapkan, Rabu (9/9/2026).
"Kami imbau sebisa mungkin warga Palembang tetap berada di rumah, dan untuk siswa TK, SD hingga SMP mulai besok diberlakukan PJJ," kata Walikota Palembang, Ratu Dewa, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga:
- Cek ini Sederet Bencana Besar Indonesia dan Dampaknya pada Ekonomi
- PERMAMPU Terus Perjuangkan Hak Kesehatan Seksual Perempuan Lansia
- Bandara HLP Sepi, Penumpang Terpaksa Refund Tiket
Ia meminta agar dalam proses belajar secara online, anak didampingi orang tua.
"Orang tua tetap mendampingi anak dan belajar pun sesuai kurikulum," kata dia lagi.
Dewa juga menegaskan agar selama PJJ, anak-anak tetap mendapatan Makan Bergizi Gratis. "MBG harus terus, jangan berhenti, silakan orang tua yang mengambil ke sekolah masing-masing," kata dia.
Sementara kualitas Udara Kota Palembang berdasarkan laman iqair.com dalam kondisi sangat tidak baik dengan polutan utama sangat halus mencapai PM2.5 dengan konsentrasi polusi udara mencapai 134 µg/m³.
Baca Juga:
- Agustus 2026, Inflasi Sumsel sebesar 2,60 Persen
- 431 Santri Keracunan MBG, YLBHI Desak Moratorium Nasional
- 5.539 Hotspot Karhutla Sumsel Terdeteksi di Konsesi Perusahaan
Sedangkan pantauan dari laman pantauapi.my.id selama 48 jam ini, tercatat 1.706 hotspot yang menyebar di Sumatera Selatang dan sedikit di Bangka Belitung.
Muhammad (49) warga Palembang mengaku hingga kondisi asap tebal sudah masuk ke rumah.
"Sejak beberapa pekan ini asap tebal sampai menembus ruang di dalam rumah, sehingga kami terpaksa menutup pintu dan jendela," kata dia (ert)

