Pengetatan Moneter Berpotensi Tekan Nilai Rupiah

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Nilai tukar rupiah (kurs rupiah) menguat berdasarkan data Bloomberg ke harga Rp14.358  per dolar AS (Amerika Serikat) atau menguat 0.05% pada perdagangan Rabu, 13 April 2022.

Di sisi lain, penguatan nilai rupiah tersebut masih berpotensi mengalami pelemagan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Ariston Tjendra, Analis Keuangan mengungkapkan kurs rupiah masih berpeluang melemah hari ini dengan potensi pergerakan dalam fase konsolidasi seperti perdagangan kemarin.

Baca Juga :

"Potensi pelemahan ke kisaran Rp14.380, dengan potensi penguatan di kisaran Rp14.340 per dolar AS," kata Ariston pada TrenAsia.com, Rabu, 13 April 2022.

Kemudian, sentimen negatif dari risiki inflasi dan ekspetasi kebijakan pengetatan moneter AS yang lebih agresif, masih menjadi penekan aset beresiko seperti rupiah.

Akan tetapi,  pasar keuangan Indonesia masih menarik bagi Asing. IHSG masih berhasil ditutup menguat dan mencetak level penutupan tertinggi baru. Kondisi ini mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Merina pada 13 Apr 2022 

Bagikan

Related Stories