Perkiraan Efek Domino Ekonomi dari BTS World Tour 2026

Boy group asal Korea Selatan, BTS. (Kevin Winter/Getty Images for MRC)

JAKARTA, WongKito.co – BTS akan memulai tur terbesar mereka tahun ini, mencakup 34 kota yang tersebar di Amerika Utara, Eropa, Amerika Selatan, Asia, sekaligus menandai berakhirnya hiatus akibat wajib militer yang berlangsung hampir empat tahun.

Hanya sedikit pertunjukan global yang memiliki daya tarik lintas batas seperti yang dimiliki BTS. BTS termasuk dalam kategori langka ekspor budaya yang memobilisasi keputusan perjalanan internasional.

Sebelumnya Tur Eras Taylor Swift mencatat pendapatan tertinggi dalam sejarah, diperkirakan menghasilkan sekitar US$5 miliar dari pengeluaran langsung konsumen di seluruh Amerika Serikat. 

Namun sekarang, fenomena musik lain siap mengguncang Amerika Utara dan para ekonom memperkirakan tur ini akan memicu aktivitas ekonomi senilai puluhan miliar dolar AS.

“Tur BTS akan menjadi acara terbesar tahun ini. Setiap pemberhentian akan mengalami peningkatan pariwisata, hunian hotel, dan aktivitas ekonomi hingga tingkat yang luar biasa, bahkan mungkin lebih besar daripada Taylor Swift,” kata Timothy Calkins, seorang profesor pemasaran di Universitas Northwestern, dilansir dari The Guardian.

Para ekonom mengatakan bahwa penggemar BTS, yang dikenal sebagai ARMY, memiliki kesamaan sifat dengan Swifties yaitu loyalitas, demografi usia, dan kemauan untuk berbelanja. Namun ada satu perbedaan utama.

“Penggemar BTS jauh lebih bersemangat dan berkomitmen daripada penggemar artis Barat. Terutama mengingat BTS sudah lama tidak melakukan tur, banyak penggemar BTS bersedia melakukan upaya ekstra dan menghadiri konser tidak hanya di negara (asal) mereka, tetapi juga di negara dan kota lain,” kata Seoyoung Kwon, seorang peneliti ekonomi di Universitas Yonsei.

Dilansir dari Gulf News, para penggemar merencanakan perjalanan berdasarkan tanggal tur, seringkali memperpanjang masa tinggal dan bepergian dalam kelompok. Dinamika tersebut penting bagi suatu wilayah yang berinvestasi besar-besaran dalam kapasitas pariwisata, konektivitas penerbangan, dan venue berskala besar.

Adapun, potensi singgahnya tur di kota-kota seperti Dubai atau Riyadh akan menguji ambisi Timur Tengah yang semakin berkembang untuk mengubah industri hiburan menjadi mesin ekonomi yang berkelanjutan.

Keuntungan jangka pendek akan langsung terlihat di sektor perjalanan, hotel, dan pengeluaran konsumen. Dampak jangka panjang akan bergantung pada seberapa baik kota penyelenggara mengubah momen budaya tunggal menjadi permintaan berulang.

Hotel-hotel di dekan lokasi konser kemungkinan akan terisi hampir penuh, dengan harga kamar naik selama jadwal pertunjukan. Maskapai penerbangan juga akan mendapat keuntungan dari faktor muatan yang lebih tinggi, sementara bandara akan melihat peningkatan lalu lintas di luar pola musiman normal.

Pengeluaran akan meluas jauh melampaui penjualan tiket. Makan, ritel, layanan transportasi daring biasanya mengalami kenaikan tajam saat konser besar, menciptakan efek berantai dalam konsumsi secara luas.

“Di seluruh industri pariwisata dan perhotelan, kami memperkirakan akan ada efek domino,” kata Curran, seraya mencatat bahwa keterbatasan kapasitas di distrik-distrik tertentu dapat membentuk seberapa merata keuntungan didistribusikan.

Acara berskala besar juga menguji kematangan operasional suatu kota. Pengelolaan kerumunan, arus transportasi, dan kemampuan untuk menyelenggarakan aktivitas bisnis paralel sangat penting. Pengalaman regional dalam menangani mega-event menunjukkan bahwa risiko gangguan dapat dikelola.

Tur BTS sendiri telah memicu peningkatan tajam minat terhadap Korea Selatan sebagai destinasi wisata, dengan pencarian untuk Seoul dan Busan melonjak seiring dengan tingginya permintaan tiket konser.

BTS World Tour 2026. (x.com/BIGHIT_MUSIC)

Menurut platform akomodasi Hotels.com, seperti yang dikutip oleh Big Hit Music, pencarian untuk perjalanan ke Seoul dari luar negeri melonjak 155% dalam waktu 48 jam setelah BTS mengumumkan rencana tur mereka, dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Minat terhadap Busan, tempat konser dijadwalkan pada bulan Juni, meningkat lebih tajam lagi, dengan pencarian perjalanan ke luar negeri meroket hingga 2.375%. Lonjakan tersebut terutama terkonsentrasi di lokasi-lokasi yang dekat dengan Korea, termasuk Jepang, Hong Kong, dan Taiwan, di mana pencarian terkait Busan meningkat hingga beberapa ribu persen.

Big Hit Music menambahkan, minat domestik terhadap Seoul dan Busan juga melonjak. Pencarian oleh wisatawan Korea meningkat 190% untuk Seoul dan 3.855% untuk Busan selama periode waktu yang sama, menurut data yang diberikan oleh Hotels.com kepada agensi tersebut.

Bahkan baru-baru ini, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum secara resmi meminta Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, untuk membantu mengamankan konser BTS tambahan di Meksiko. Permintaan ini memicu perdebatan di industri K-pop terkait apakah langkah tersebut sudah melewati batas diplomasi.

Dalam konferensi pers harian pada Senin, 26 Januari 2026, Sheinbaum mengatakan ia telah mengirim surat diplomatik kepada Lee, meminta lebih banyak penampilan BTS di Meksiko, di luar tiga pertunjukan yang dijadwalkan grup tersebut di Estadio GNP Seguros di Mexico City pada tanggal 7, 9 dan 10 Mei.

“Semua orang ingin pergi. Sekitar 1 juta anak muda ingin membeli tiket, tapi yang tersedia hanya 150.000 tiket,” kata Sheinbaum.

Kantor kepresidenan Korea Selatan menolak berkomentar mengenai hal ini. Kementerian Luar Negeri, yang menerima surat tersebut, juga mengatakan kepada The Korea Herald pada Selasa, 27 Januari 2026, mereka tidak memiliki informasi untuk dibagikan terkait permintaan tersebut.

Meskipun pernyataan tersebut menggarisbawahi popularitas besar BTS di Meksiko, para pelaku industri memperingatkan agar tidak menyampaikan permintaan semacam itu kepada presiden Korea Selatan.

“Seharusnya ia mengirim permintaan itu ke HYBE, bukan ke presiden,” ujar seorang pejabat dari agensi K-pop besar pada Selasa.

“BTS adalah artis global, dan wajar jika ia mempertimbangkan permintaan penggemar domestik. Namun, ini bukan acara yang disponsori negara. Meminta kepala negara asing untuk ikut campur dalam jadwal konser perusahaan swasta dianggap tidak sopan.”

Pejabat tersebut menambahkan bahwa tur dunia direncanakan secara matang sejak awal, dengan mempertimbangkan riset pasar, ketersediaan tempat, dan jadwal artis, sehingga sulit dilakukan perubahan mendadak.

“Jadwal tur sudah diumumkan. Jika permintaan satu negara dipenuhi, negara lain mungkin mengikutinya, dan ini menjadi masalah keadilan. Sulit untuk menambah jumlah pertunjukan sebelum tur dimulai,” kata pejabat itu. Namun, masih ada beberapa fleksibilitas yang tersisa.

BTS telah menambahkan pertunjukan ekstra di beberapa kota seperti Tampa, Stanford, dan Las Vegas menyusul tingginya permintaan lokal setelah penjualan tiket dibuka.

Sementara itu, permintaan Sheinbaum muncul di tengah perhatian publik yang meningkat di Meksiko terkait proses penjualan tiket konser BTS. Meskipun grup ini dijadwalkan tampil selama tiga hari di Kota Meksiko pada bulan Mei, banyak penggemar gagal mendapatkan tiket saat penjualan global awal dari Kamis hingga Sabtu lalu.

Lembaga pengawas konsumen Meksiko kemudian meluncurkan penyelidikan terhadap Ticketmaster, yang dimiliki oleh Live Nation Entertainment, dan telah mengambil langkah untuk memberikan sanksi kepada platform penjualan kembali seperti StubHub dan Viagogo atas apa yang mereka sebut sebagai praktik yang kasar dan tidak jujur, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Harga tiket asli berkisar antara sekitar 1.800 peso hingga 17.800 peso untuk paket VIP. Namun, di platform penjualan kembali, harga melonjak menjadi antara 11.300 dan 92.100 peso, bahkan melebihi US$5.300 dalam beberapa kasus.

Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 28 Januari 2026.

Editor: Redaksi Wongkito
Bagikan
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories