PERMAMPU Luncurkan Buku Pendidikan Seks untuk Orang Tua

Ilustrasi (Foto Canva)

WongKito.co – Konsorsium PERMAMPU meluncurkan Buku Pegangan Orang Tua untuk Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Keluarga, bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional, 29 Juni 2026. Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam mencegah kekerasan seksual, perkawinan anak, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kegiatan yang digelar secara hybrid itu diikuti 164 peserta, terdiri atas 119 perempuan dan 45 laki-laki. Selain itu, sebanyak 37 Keluarga Pembaharu dari berbagai daerah di Sumatera turut dilibatkan sebagai agen perubahan di masyarakat. Acara juga diikuti personel lembaga anggota PERMAMPU melalui 16 titik pertemuan daring yang tersebar di 30 kabupaten/kota di 10 provinsi di Pulau Sumatera.

Koordinator PERMAMPU, Dina Lumbantobing, mengatakan keluarga merupakan ruang pertama sekaligus fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi harus dimulai dari rumah melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.

"Anak belajar dari apa yang dilihat dan dialaminya di rumah. Jika rumah dipenuhi kedamaian dan komunikasi yang sehat, anak juga akan tumbuh dengan nilai-nilai tersebut," ujarnya.

Baca Juga:

Buku yang diluncurkan terdiri atas tiga seri berdasarkan kelompok usia anak, yakni 0–5 tahun, 6–12 tahun, dan 13–18 tahun. Materi di dalamnya dirancang untuk membantu orang tua menjelaskan kesehatan seksual dan reproduksi sesuai tahap perkembangan anak.

Dina menjelaskan, penyusunan buku tersebut berangkat dari pengalaman pendampingan PERMAMPU di delapan provinsi di Sumatera sejak 2018. Hasil pendampingan menunjukkan masih banyak orang tua yang merasa malu, tidak percaya diri, bahkan menganggap pendidikan seksual sebagai topik yang tabu.

Padahal, menurutnya, pendidikan seksual bukan hanya membahas hubungan seksual, tetapi juga mengenalkan anak pada fungsi tubuh, perlindungan diri, relasi yang sehat, kesetaraan gender, hingga penghormatan terhadap hak orang lain.

Sebagai bagian dari program tersebut, PERMAMPU telah memperkuat kapasitas 181 Keluarga Pembaharu yang berasal dari 66 desa di 26 kabupaten pada delapan provinsi di Sumatera. Keluarga-keluarga ini didorong membentuk Forum Keluarga Pembaharu sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan mengampanyekan pendidikan kesehatan seksual serta pencegahan perkawinan anak di bawah usia 19 tahun.

PERMAMPU juga menyoroti tantangan baru di era digital. Dina mengingatkan bahwa anak dan remaja kini lebih mudah memperoleh informasi dari media sosial seperti TikTok, YouTube, Instagram, dan Facebook. Tanpa pendampingan orang tua, informasi yang diterima anak berpotensi tidak tepat.

"Jika keluarga tidak hadir memberikan pengetahuan yang benar, anak akan mencari jawabannya sendiri dari internet atau teman sebaya yang belum tentu memberikan informasi yang tepat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Konsultan Penelitian PERMAMPU, Niken Lestari, mengingatkan bahwa media digital juga dapat memperkuat stereotip gender dan meningkatkan risiko kekerasan berbasis gender online (KBGO), perundungan digital, serta eksploitasi seksual berbasis teknologi.

Peserta juga berbagi pengalaman mengenai kasus kekerasan berbasis gender digital yang terjadi di sejumlah daerah, di antaranya ancaman penyebaran video intim oleh mantan pasangan hingga penyalahgunaan teknologi dalam relasi pacaran. Diskusi tersebut memperkuat pentingnya pendidikan mengenai persetujuan (consent), keamanan digital, relasi yang sehat, dan perlindungan diri sejak usia dini.

Hasil diskusi menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan pendidikan seksual di keluarga, seperti anggapan bahwa topik tersebut tabu, keterbatasan pengetahuan orang tua, minimnya komunikasi antara orang tua dan anak, serta rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Baca Juga:

Untuk mengatasi persoalan tersebut, peserta merekomendasikan penguatan komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga, memanfaatkan aktivitas sehari-hari sebagai ruang belajar, menggunakan bahasa yang sesuai usia anak, serta meluruskan berbagai mitos dengan informasi berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui peluncuran buku pegangan ini, PERMAMPU menegaskan komitmennya memperkuat keluarga sebagai ruang yang aman, setara, dan suportif bagi anak dalam memperoleh informasi yang benar mengenai kesehatan seksual dan reproduksi.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat, kritis, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender.(ril)
 


Related Stories