Edukasi Eco-Ergo Sehat Warnai PBL Kelompok 20 FKM Unsri

Edukasi Eco-Ergo Sehat Warnai PBL Kelompok 20 FKM Unsri (Foto WongKito.co/IST)

MAHASISWA Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (Unsri), Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 20 melaksanakan program intervensi bertajuk Eco-Ergo Sehat pada 15 Juni 2026 di Balai Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui edukasi kesehatan, penerapan ergonomi, dan pengelolaan limbah organik rumah tangga.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 59 ibu rumah tangga yang tergabung dalam anggota PKK Desa Pulau Harapan sebagai sasaran utama program.

Pelaksanaan program Eco-Ergo Sehat dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup sehat, keselamatan dalam melakukan aktivitas rumah tangga, serta pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan peduli terhadap lingkungan. Oleh karena itu, mahasiswa PBL Kelompok 20 merancang tiga program yang saling terintegrasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Program pertama adalah Emo Demo Takaran Gula, Garam, dan Lemak (GGL) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai batas konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran kesehatan. Melalui metode demonstrasi yang interaktif, peserta diajak mengenali takaran GGL serta memahami dampak konsumsi berlebihan terhadap kesehatan.

Baca Juga:

Edukasi ini menjadi bentuk dukungan terhadap SDGs Tujuan 3; Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi yang lebih sehat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Program kedua berupa Edukasi dan Praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Rumah Tangga dengan materi ergonomi mengangkat beban. Peserta memperoleh penjelasan mengenai teknik mengangkat beban yang benar, risiko cedera akibat postur kerja yang kurang tepat, serta cara mencegah gangguan pada sistem muskuloskeletal. Setelah penyampaian materi, peserta mempraktikkan langsung teknik ergonomi yang benar sehingga dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di rumah.

Pelaksanaan edukasi ergonomi tidak hanya memberikan materi secara teoritis, tetapi juga disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 66,34, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 98,55. Dengan demikian terjadi peningkatan nilai sebesar 32,21 poin atau 48,55%, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil tersebut menggambarkan bahwa metode edukasi dan praktik yang digunakan mampu meningkatkan pemahaman peserta secara efektif.

Penerapan ergonomi dalam aktivitas rumah tangga juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs Tujuan 3; Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan cedera, SDGs Tujuan 8; Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendukung terciptanya aktivitas kerja yang aman dan produktif, serta SDGs Tujuan 11; Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui peningkatan keselamatan dan kenyamanan lingkungan rumah tangga.

Dengan demikian, edukasi ergonomi tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan hidup yang lebih aman.

Program ketiga adalah demonstrasi pembuatan eco enzyme sebagai bentuk edukasi pengelolaan limbah organik rumah tangga. Peserta diperkenalkan mengenai manfaat eco enzyme, bahan-bahan yang digunakan, perbandingan komposisi, serta tahapan pembuatannya. Demonstrasi dilakukan secara langsung agar peserta mampu mempraktikkan kembali proses pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah menggunakan limbah organik yang tersedia.

Kegiatan pembuatan eco enzyme mendukung SDGs Tujuan 12; Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab karena mendorong pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke lingkungan sekaligus menerapkan pola konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab serta berkelanjutan.

Baca Juga:

Selama pelaksanaan kegiatan, 59 anggota PKK menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Peserta aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi, demonstrasi, hingga praktik. Berbagai pertanyaan disampaikan kepada narasumber, terutama mengenai penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Tingginya rasa ingin tahu peserta menunjukkan bahwa program Eco-Ergo Sehat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas rumah tangga.

Melalui program Eco-Ergo Sehat, Mahasiswa PBL Kelompok 20 berharap masyarakat Desa Pulau Harapan dapat menerapkan pola hidup sehat, membiasakan teknik ergonomi yang benar saat melakukan aktivitas rumah tangga, serta mengelola limbah organik menjadi eco enzyme sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya Tujuan 3; Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Tujuan 8; Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 11; Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.(PBL Kelompok 20)


Related Stories