Serunya Pergelaran Budaya yang Diselenggarakan Fostan, Tampilkan Drama Musikalisasi hingga Band dan Pameran Kerajinan

Serunya Pergelaran Budaya yang Diselenggarakan Fostan, Tampilkan Drama Musikalisasi hingga Band dan Pameran Kerajinan (WongKito.co/Nila Ertina)

PALEMBANG, WongKito.co - Pergelaran Budaya Sumsel 2023 yang diselenggarakan Forum Osis Sumatera Selatan (Fostan), tampak sangat seru, penampilan peserta memukau penonton yang datang beramai-ramai.

Koordinator Wilayah Fostan, Sumatera Selatan Muhammad Falah Fauzan mengatakan sebanyak 120 orang peserta anggota Fostan dari delapan kabupaten/kota di Sumatera Selatan turut berpartisipasi dalam ajang yang pertama kali diselenggaran tersebut.

"Ini yang perdana tetapi akan menjadi agenda tahunan," kata Fauzan didampingi Ketua Pelaksanaan Pergelaran Budaya Sumsel 2023, Rahmad Fitriansyah dan Wakil Ketua Pelaksana, Naufal Pratama Putra, dibincangi WongKito.co, Sabtu (4/3/2023).

Dia mengungkapkan ajang tersebut menjadi wadah bagi pelajar SMA dan SMK untuk menampilkan seni tari, seni suara dan kepiawaian lain dalam bermusik.

"Semua itu dibalut dalam penampilan budaya lokal yang dipadukan dengan tren kekinian sehingga digandrungi pelajar yang datang berbondong-bondong ke lokasi pelaksanaan," kata dia lagi.

Baca Juga:

Ia menambahkan penonton yang datang tentunya tak hanya dapat menyaksikan pagelaran budaya di dalam Graha Budaya, tetapi disiapkan juga pameran lukisan, kriya dan beragam kerajinan tangan dari siswa maupun seniman dan mahasiswa artistektur Universitas Sriwijaya.

Keseruan penonton makin terasa saat satu per satu peserta dari delapan kota dan kabupaten menampilkan beragam seni budaya yang memukau tersebut.

Angkat Budaya Lokal

Fauzan menuturkan salah satu motivasi dirinya dan kawan-kawan yang tergabung dalam Fostan menyelenggarakan Pergelaran Budaya Sumsel 2023 adalah untuk menunjukan kepada generasi Z lainnya, bahwa budaya lokal itu keren.

Selama ini, tambah dia budaya lokal cenderung terlupakan tergerus oleh budaya asing baik dari barat maupun dari Korea Selatan, dengan baik dari musik maupun drama yang sangat dekat dengan generasi Z.

"Akibatnya, budaya lokal makin terkikis," kata dia.

Menurut dia melalui ajang tersebut, pihaknya menargetkan dengan mengenalkan budaya lokal secara berkelanjutan akan semakin menambahk khazanah budaya gen Z.

Budaya lokal Sumatera Selatan sangat beragam dan unik serta menarik, apalagi jika bicara budaya nasional karena itu penting sekali mengangkat budaya lokal sebagai bagian dari upaya menjaga nasionalisme bangsa Indonesia.

"Kami mulai dari sekarang, menjadikan budaya lokal budaya utama di negeri sendiri, bukan budaya asing," ujar dia.

Tampilkan Tari Kebagh

Delegasi Fostan dari Kota Pagar Alam menyajikan drama musikalisasi yang memukau penonton.

Suara sang penyanyi lagu berbahasa Besemah menjadi kunci dari penampilan sejumlah siswa/siswi SMA/SMK asal kota yang berhawa sejuk tersebut.

Penampilan Tari Kebagh menjadi salah satu yang sangat memukau penonton, drama musikalisasi itu tampak sangat dipersiapkan dengan matang.

Baca Juga:

Gerakan demi gerakan dan vokal demi vokal ditampilkan dengan sangat terlatih, saat penampil menutup performance-nya, penonton yang memadati Graha Budaya Jakabaring bersorak sorai senang.

Sementara acara berlangsung sejak pagi hingga malam, dengan didapati penonton tak hanya siswa/siswi SMA/SMK di Kota Palembang tetapi juga datang dari sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Selatan.

Fuazan menjelaskan kalau tiket pergelaran budaya yang digelar tiga sesi tersebut terjual hingga 1.000 lembar lebih.

Dimana, setiap tiket dibanderol harga Rp 50 ribu per penonton.

Selamat Fostan Sumatera Selatan, sukses dan tetap semangat mengangkat budaya lokal di tengah penetrasi budaya asing.(ert)

Editor: Nila Ertina

Related Stories