Ekonomi dan UMKM
Sumsel Dorong Digitalisasi dan Perluasan Pasar Pelaku UMKM
PALEMBANG, WongKito.co — Sekitar 800 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan untuk memperkuat kolaborasi dan memanfaatkan digitalisasi dalam mengembangkan usaha.
Aplikasi Sumsel UMKM diharapkan menjadi “rumah digital” yang mampu menghubungkan pelaku usaha dengan akses permodalan, pasar, serta literasi usaha, demikian diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru pada peresmian aplikasi Sumsel UMKM sekaligus membuka Jambore UMKM Forum Kebersamaan Komunitas Wirausaha Sumatera Selatan (Forketas ) pekan lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengajak melaksanakan tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam mendorong UMKM Sumsel naik kelas. Fokus pertama adalah peningkatan tampilan dan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar.
Baca Juga:
- Blackout Sumatera Ungkap Rapuhnya Sistem Kelistrikan Nasional
- Simak Tips Bayar Kartu Kredit Agar Tagihan Enggak Numpuk
- Begini Ciri Orang Sukses di Usia Muda
Herman Deru mencontohkan perubahan kemasan minuman dari cendol cebong hingga boba sebagai bentuk inovasi yang perlu terus dilakukan pelaku usaha.
“Penampilan itu penting agar produk lokal bisa bersaing,” katanya.
Fokus kedua adalah memperluas akses permodalan dan meningkatkan literasi perbankan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, UMKM tidak hanya terbatas pada usaha berbasis produk fisik, tetapi juga memiliki peluang besar di sektor jasa.
Karena itu, akses modal harus dibuka lebih luas dan dibarengi dengan peningkatan pemahaman terkait pengelolaan serta pengembangan modal usaha.
Baca Juga:
- IHSG pada 19 Mei 2026 Ditutup Turun Hampir 3,5 Persen
- Cek Data Lengkapnya, IHSG pada 20 Mei 2026 Dibuka Turun ke 6.352,20
- Mahasiswa Jurnalistik UIN RF Fasilitasi Siswa SMK Latihan Fotografi
Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya perluasan akses pasar bagi produk-produk UMKM Sumsel.
“Komunitas UMKM harus memiliki ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas. Lewat aplikasi Sumsel UMKM dan kegiatan seperti jambore, produk lokal bisa lebih mudah ditemukan konsumen,” ujarnya.(ril)

