Taksi Mobil Listrik: Mencari Ruang Baru bagi Penumpang dan Pengemudi

Taksi mobil online baru melintas di jalan Kota Palembang (Foto WongKito.co/Magang/Vyrania Kartika)

KEHADIRAN Green SM dengan armada mobil listrik menambah pilihan transportasi berbasis aplikasi di Palembang. Bagi pengguna yang selama ini mengandalkan layanan, seperti Gojek dan Grab, kemunculan kendaraan listrik itu bukan hanya menghadirkan aplikasi baru, tetapi juga menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda.

Sebagian pengguna bahkan mulai menggunakan layanan online mobil listrik tersebut. Rasa penasaran terhadap mobil listrik, kenyamanan kabin, suara kendaraan yang lebih senyap hingga pengalaman bersama pengemudi menjadi alasan yang ikut mendorong pengguna lama mencoba layanan tersebut.

Vira dan Muhammad sebelumnya menggunakan layanan taksi online yang sudah lebih dahulu beroperasi. Rasa penasaran, sering menjumpai armada taksi online baru tersebut membuat dua mahasiswa tersebut tertarik mencoba.

“FOMO karena penasaran, sering lewat,” demikian alasan yang muncul dari pengalaman Vira, dibincangi belum lama ini.

Baca Juga:

Taksi mobil listrik itu, menawarkan hal yang berbeda dari sekadar perjalanan dari titik penjemputan menuju tujuan. Kabin terasa dingin, suara kendaraan lebih senyap dan fasilitas di dalam mobil menjadi bagian dari pengalaman.

Fitur layar monitor 360 derajat di dalam kabin turut menarik perhatian pengguna karena memudahkan mereka memantau kondisi di sekitar kendaraan. Hal tersebut menjadi salah satu pengalaman yang tidak semata-mata berkaitan dengan tarif.

Selain kendaraan, perilaku pengemudi ikut menjadi perhatian. Pengguna menilai pengemudi yang mereka temui tidak ugal-ugalan, ramah dan tidak menunjukkan perilaku yang membuat perjalanan terasa tidak nyaman.

“Driver-nya gak ugal-ugalan, ramah, gak ada yang aneh-aneh,” kata Vira, bertolak belakang dengan informasi yang selama ini viral.

Berbeda dengan Vira,  Muhammad mengatakan dirinya mengetahui Green SM karena sering melihat pemberitaan dan unggahan di media sosial maupun media massa yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat. berbagai informasi yang ia dapatkan membuatnya ingin merasakan sendiri pengalaman menggunakan layanan tersebut.

"Saya sering lihat Green SM dibahas di media sosial dan media online. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba supaya bisa menilai dari pengalaman sendiri," kata dia.

Dua penumpang layanan kendaraan listrik yang baru mengaspal di Kota Palembang tersebut, menunjukan kalau beragam motivasi penumpang memilih kendaraan itu.  

Harga Tetap Menjadi Pertimbangan

Bagi pengguna yang sudah mencoba Green SM, harga tetap dibandingkan dengan layanan transportasi online lain.

Green SM boleh menawarkan kendaraan yang lebih senyap, kabin yang dingin dan pengalaman baru menggunakan mobil listrik. Tetapi ketika hendak menentukan kendaraan mana yang akan digunakan, pengguna tetap melihat harga perjalanan yang muncul di aplikasi.

“Kalau aku sih liat harga juga, dibandingin dulu sama aplikasi lain,” kata penumpang lainnya.

Dengan kata lain, perpindahan dari layanan lama ke mobil listrik belum tentu bersifat mutlak. Namun, memilih ketika tarif dan kondisi perjalanan dianggap sesuai, tetapi kembali membandingkan harga ketika hendak memesan perjalanan berikutnya.

Di titik ini, persaingan menjadi lebih kompleks. Green SM tidak hanya berhadapan dengan aplikasi lain dalam soal harga, tetapi juga harus mempertahankan daya tarik pengalaman yang ditawarkan kendaraan listrik.

Cerita Para Pengemudi

Di balik layar aplikasi, pengemudi menghitung pendapatan jika pengguna melihat perjalanan dari sisi tarif dan kenyamanan, pengemudi menghadapi persoalan yang berbeda.

AT seorang pengemudi GoCar yang telah bekerja sekitar lima tahun mengatakan pendapatan bersih sekitar Rp100 ribu sehari sudah cukup disyukuri setelah memperhitungkan biaya operasional.

“Kalau bersih Rp100.000 syukur alhamdulillah, apalagi harga bensin juga naik,” ujarnya.

Ia bercerita promo sangat berpengaruh pada peningkatan pesanan.

Dia mencontohkan tarifnya Rp13.000, sekarang jadi Rp10.000, maka akan berdampak pada ramainya pesanan pelanggan, katanya.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa tarif yang dibayar penumpang tidak otomatis menjadi pendapatan bersih pengemudi. Ada biaya bahan bakar, potongan, promo dan biaya operasional lain yang harus diperhitungkan.
Pengemudi tersebut mengatakan kondisi order setiap hari tidak selalu sama.

“Dapat ya alhamdulillah, sedikit syukuri saja,” tuturnya.

Pengalaman berbeda disampaikan SA, pengemudi GoCar lainnya yang mengaku mulai menjalani pekerjaan tersebut sekitar 2017.

SA bercerita, keputusannya menjadi pengemudi GoCar bukan datang begitu saja. Ia mengaku terinspirasi setelah melihat seorang temannya lebih dulu bekerja sebagai pengemudi.

"Dari situ saya jadi tertarik ikut narik. Lama-lama berani ambil kredit mobil," ujarnya.

Ia membandingkan kondisi ketika layanan transportasi daring masih berada pada fase awal dengan kondisi sekarang. Menurut SA, bonus pernah menjadi salah satu faktor yang membuat pekerjaan sebagai pengemudi terasa lebih menarik.

“Sehari bisa dapat Rp800.000,” ujarnya, ketika menceritakan kondisi pada masa awal ia menjadi pengemudi.
SA juga mengingat pernah ada bonus sekitar Rp300 ribu ketika target tertentu tercapai.

Namun angka tersebut merupakan pengalaman masa lalu yang disampaikan SA, bukan gambaran pendapatan pengemudi GoCar saat ini.

Ia menilai kondisi sekarang berbeda. Biaya operasional meningkat sementara tarif perjalanan dan mekanisme insentif juga berubah.

“Sekarang minyak naik, ongkos murah-murah sekarang,” katanya.

Menurut penuturannya, masih terdapat sejumlah bentuk insentif, termasuk bonus, tips dan sistem koin. Ia menyebut satu koin dapat bernilai Rp500 dan terdapat komponen bulanan sekitar Rp300 ribu dalam skema yang dipahaminya.

Sejumlah pengemudi taksi online lainnya mengungkapkan kehadiran taksi mobil listrik baru tersebut, sempat berpengaruh pada menurunnya pendapatan mereka.

“Ia diawal ada  taksi baru, pendapatan turun drastis, karena mereka promo hingga nol rupiah,” kata seorang pengemudi Grab.

Green SM Membawa Model Berbeda

Di tengah persaingan tersebut, Green SM hadir dengan model kendaraan yang berbeda.

MS, salah seorang pengemudi,  mengatakan operasional awal layanan di Palembang dimulai dengan sekitar 200 unit kendaraan.

“Sebanyak 200 unit armada yang telah beroperasi,” ujarnya.

Sebelumnya, diinformasikan disiapkan sebanyak 500 unit kendaraan yang akan mengaspal di kota Pempek.

Terkait dengan status sebagai pengemudi, MS mengatakan tidak jauh berbeda dengan pengemudi dari aplikasi layanan kendaraan online lainnya, berstatus mitra. Namun, bedanya kendaraan disediakan perusahaan.

“Kami mitra dan bagi hasil, tapi mobil disediakan perusahan dan bisa dibawah pulang,” ujarnya.

Seluruh armada Green SM dirawat oleh perusahaan.

Selain itu, pengemudi tidak perlu menanggung biaya servis maupun perawatan rutin kendaraan. Namun, apabila kerusakan terjadi akibat kelalaian pengemudi, biaya perbaikannya menjadi tanggung jawab pengemudi.

Tersedia juga bengkel dan dapat diakses gratis, tambah dia.

Dua Bulan Menunggu

Salah satu pengemudi Green SM lainnya, AM, bercerita bahwa ia tidak langsung mengemudikan mobil listrik  setelah mendaftar sebagai pengemudi pada Juli 2026. Jadwal peluncuran yang beberapa kali berubah membuatnya harus menunggu hampir dua bulan.

Selama menunggu, ia tidak ingin hanya berdiam diri. Bersama seorang temannya, AM berjualan cumi bakar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilannya sekitar Rp50.000 per hari.

“Dari pada enggak ada pemasukan, sembari menunggu jualan,” ujarnya.

Menurut AM, proses pendaftaran tidak rumit. Ia hanya perlu menyiapkan beberapa dokumen dasar.

“Berkas yang disiapin paling fotokopi KTP, KK, SIM. Udah itu aja yang wajib,” katanya.

Baca Juga:

Namun, setelah seluruh persyaratan diserahkan, ia kembali dihadapkan pada masa tunggu. Jadwal yang semula direncanakan pada awal Agustus beberapa kali berubah hingga akhirnya operasional dimulai pada awal September.

Bagi AM, hampir dua bulan tersebut bukan hanya soal menunggu kendaraan mulai berjalan. Itu juga menjadi masa ketika ia harus mencari cara lain agar tetap memiliki pemasukan.

Pengalaman serupa dialami MS. Ia mendaftar sebagai mitra pada Juli 2026 setelah sebelumnya bekerja sebagai pengemudi mobil rental. Agustus menjadi bulan ketika ia belum mulai bekerja bersama Green SM.

“Penerimaan itu kan bulan Juli. Sempat kosong dulu Agustus. Sesekali dipanggil kalau ada seminar. Awal September baru mulai jalan,” kata SM.(*Nur Izzati Kharisma, Naila Safira, M. Agna Dzisyarif-Bersambung)

*Mahasiswa Magang MBKM Prodi Jurnalistik, UIN Raden Fatah Palembang, Angkatan 2024

‌‌
‌‌

Related Stories