Awal 2026, Ekspor Sumsel Turun Tajam

Selasa, 03 Maret 2026 08:52 WIB

Penulis:Nila Ertina

foto tsi3.JPG
(null)

PALEMBANG, WongKito.co - Kinerja ekspor Sumatera Selatan (Sumsel) pada Januari 2026 mencatat kontraksi signifikan. Nilai ekspor tercatat sebesar 382,63 juta dolar AS, turun 160,81 juta dolar AS atau 29,59 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 543,43 juta dolar AS.

Data disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, pada Senin (2/3/2026). Wahyu menambahkan penurunan terjadi pada dua sektor sekaligus yaitu ekspor migas turun 34,24 persen dan nonmigas turun 29,19 persen.

Secara bulanan, pelemahan juga terlihat. Dibanding Desember 2025 yang mencapai 508,38 juta dolar AS, nilai ekspor Januari 2026 turun 24,74 persen atau 125,76 juta dolar AS.

Meski menurun, struktur ekspor Sumsel masih sangat didominasi sektor nonmigas dengan kontribusi 92,56 persen terhadap total ekspor.

Baca Juga:


Batu Bara dan Karet Penyumbang Penurunan Terbesar

Kontraksi terbesar terjadi pada komoditas andalan Sumsel. Dari 10 komoditas nonmigas utama, sebagian besar mengalami penurunan dibanding Januari 2025. Penurunan tertinggi terjadi pada, bahan bakar mineral (termasuk batu bara dan lignit) turun sebesar 135,17 juta dolar AS atau 60,33 persen.

Lalu, penurunan ekspor karet dan komoditas lainnya yang turun 32,61 juta dolar AS atau 25,51 persen,  papar Wahyu.

Tak hana itu, secara bulanan, komoditas bahan bakar mineral kembali mencatat penurunan terbesar yakni 134,78 juta dolar AS atau 60,26 persen dibanding Desember 2025.

Data ini memperlihatkan tingginya ketergantungan Sumsel pada komoditas ekstraktif, khususnya batu bara. Ketika harga global atau permintaan melemah, dampaknya langsung terasa pada neraca perdagangan daerah.

Pulp Menguat, Ekspor Kopi belum Signifikan

Di tengah tren negatif, beberapa komoditas justru menunjukkan pertumbuhan dimana Pulp dari kayu naik 22,45 juta dolar AS atau (24,21 persen).

Ekspor kertas dan karton meningkat 4,81 juta dolar AS atau 61,85 persen.

Bahkan secara komposisi, ekspor nonmigas Januari 2026 kini didominasi pulp dari kayu dengan kontribusi 32,53 persen, melampaui komoditas karet dan bahan bakar mineral.

Sementara itu, komoditas unggulan daerah seperti kopi masih memberikan kontribusi sangat kecil. Ekspor biji kopi tercatat hanya 38,96 ribu dolar AS, atau 0,011 persen dari total ekspor nonmigas.

Ketergantungan pada Pasar Asia

Dari sisi tujuan ekspor, pasar Asia masih mendominasi.

Negara tujuan utama Januari 2026 adalah:

Tiongkok: 58,53 juta dolar AS (41,43 persen)
Vietnam : 41,07 juta dolar AS (10,73 persen)
Singapura:28,78 juta dolar AS(7,52 persen)

Berdasarkan Kawasan Wahyu menambahkan ekspor ke negara ASEAN mencapai 107,19 juta dolar AS (28,01 persen) dan ke Uni Eropa sebesar 9,66 juta dolar AS (2,53 persen).

Baca Juga:

Namun, penurunan nilai ekspor tahunan dipicu oleh berkurangnya pengiriman ke sejumlah mitra Utama yaitu Tiongkok turun 39,49 juta dolar AS (19,94 persen), India turun 28,94 juta dolar AS (55,04 persen) dan Korea Selatan turun 16,88 juta dolar AS (59,10 persen).

Sebaliknya, ekspor ke Singapura naik 10,43 juta dolar AS atau 56,84 persen dan ke Lebanon meningkat 4,40 juta dolar AS.

Secara keseluruhan, nilai ekspor ke 12 negara tujuan utama mengalami penurunan signifikan hingga 21,60 persen dibanding tahun sebelumnya, papar Wahyu.(*)