FDK UIN Palembang Resmi Luncurkan Bank Sampah Berseri

FDK UIN Palembang Resmi Luncurkan Bank Sampah Berseri (Foto WongKito.co/ist)

PALEMBANG, WongKito.co – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Raden Fatah Palembang resmi meluncurkan Program Bank Sampah FDK Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah (BERSERI), Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret fakultas dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus membangun budaya peduli sampah di kalangan sivitas akademika.

Peluncuran dihadiri oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Mohammad Adil, M.A., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Achmad Syarifuddin, M.A., Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, dosen, mahasiswa, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang beserta jajarannya.

Peluncuran Bank Sampah BERSERI ditandai dengan penyerahan simbolis buku tabungan bank sampah dan komitmen bersama antara pihak kampus dan pemerintah daerah dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat kampus. Program ini diharapkan menjadi wadah edukasi sekaligus pemberdayaan bagi mahasiswa dalam mengelola sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Achmad Syarifuddin, M.A., menyampaikan bahwa kehadiran Bank Sampah BERSERI merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan kampus yang nyaman, sehat, dan ramah lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.

“Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa sampah bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Mohammad Adil, M.A., menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi Bank Sampah BERSERI yang digagas Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Ia menilai program tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, Program FDK BERSERI merupakan pengembangan konsep pengelolaan sampah berbasis kampus yang terintegrasi dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan dijalankan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang.

“Program ini tidak hanya berbicara tentang kebersihan lingkungan kampus, tetapi juga tentang pembentukan karakter mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan. Kami ingin mahasiswa memiliki kesadaran bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara dan sebagai insan akademik,” ujar Mohammad Adil.

Ia menambahkan bahwa ke depan program Bank Sampah BERSERI akan terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan berbagai kegiatan akademik maupun program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan lingkungan.

Baca Juga:

Selain berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pemilahan sampah, Bank Sampah BERSERI juga direncanakan menjadi pusat edukasi lingkungan bagi mahasiswa. Berbagai kegiatan seperti sosialisasi pengelolaan sampah, pelatihan daur ulang, kampanye pengurangan sampah plastik, hingga pengembangan produk kreatif berbahan dasar limbah akan menjadi bagian dari program yang dijalankan.

Melalui peluncuran Bank Sampah BERSERI, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, rapi, dan indah. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar lingkungan di kalangan sivitas akademika sekaligus menjadi model pengelolaan sampah berbasis pendidikan yang dapat direplikasi oleh fakultas maupun institusi pendidikan lainnya.(Luthfiah Revalina)

Editor: Nila Ertina

Related Stories