Buktikan Keberpihakkan pada Perempuan, Pilih Pembalut Cindo Pads

Jumat, 08 Mei 2026 13:31 WIB

Penulis:Nila Ertina

WCC Palembang dan mitra meluncurkan produk pembalut berbahan kain yang dinamai Cindo Pads
WCC Palembang dan mitra meluncurkan produk pembalut berbahan kain yang dinamai Cindo Pads (Foto WongKito.co/Tanya Zalzabilla)

PALEMBANG, WongKIto.co - Banyak cara untuk menunjukan kepedulian dan keberpihakan pada perempuan, salah satunya dengan memilih pembalut kain, Cindo Pads sebagai penganti pembalut instan saat menstruasi.

Bukan hanya memilih Cindo Pads sebagai langkah mendukung sesame perempuan, tetapi penggunaan pembalut kain juga berdampak baik terhadap lingkungan karena akan mengurangi sampah dan pencemaran. Selain itu, memilih pembalut kain karya perempuan juga menunjukkan dukungan kepada perempuan secara ekonomi.

"Cindo pads, diproduksi oleh perempuan-perempuan yang selama kini concern dalam mengadvokasi berbagai permasalahan di Kota Palembang, dan selama ini telah bermitra dengan Women's Crisis Center (WCC) Palembang," kata penanggung jawab Cindo Pads, Yeni Roslaini, pada peluncuran pembalut Cindo Pads, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga:

Dia menjelaskan pembalut kain ramah lingkungan, Cindo Pads, telah resmi diluncurkan sejak 30 April 2026, yang merupakan hasil kolaborasi antara Women Crisis Center (WCC) Palembang, Bank Sampah Kenanga, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumsel, dan kelompok CU Jaya Bersama. Peluncuran ini menandai langkah penting dalam pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Selatan.
Yeni menjelaskan dalam kolaborasi ini, masing-masing mitra memiliki peran yang saling melengkapi. WCC Palembang berperan sebagai inisiator dan pendamping pemberdayaan perempuan, Bank Sampah Kenanga mendorong gaya hidup minim sampah atau zero waste, HWDI Sumsel melibatkan perempuan disabilitas dalam kegiatan produktif, sementara Kelompok Perempuan Jaya Bersama menjadi wadah produksi dan pengembangan usaha kain.

Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi menstruasi sejak dini sebagai upaya menghilangkan stigma dan rasa malu, serta menjaga kesehatan tubuh perempuan.

"Peluncuran pembalut kain ini sebagai upaya kami agar perempuan hidup sehat, dan memilih berdaya secara ekonomi, berupaya agar bersama-sama mengadvokasi pemenuhan kesehatan reproduksi," kata dia.

Edukasi dan sosialisasi juga dilakukan terus menerus, melalui dinas-dinas, kelompok-kelompok perempuan, sekolah-sekolah, termasuk ke teman-teman media.

Menurut dia, pembalut kain ini sebagai produk yang lahir dari kebutuhan nyata perempuan. Menurutnya, produk ini lebih aman bagi tubuh, minim risiko iritasi, dan mencerminkan keberpihakan pada kesehatan perempuan.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Kenanga Nyimas Eli Agustina menjelaskan bahwa pembalut kain berkontribusi besar dalam mengurangi sampah menstruasi yang sulit diurai. Ia menilai pembalut sekali pakai mengandung bahan kimia berbahaya dan memiliki dampak lingkungan jangka panjang.

“Limbah pembalut sekali pakai sulit diurai dan membahayakan lingkungan. Pembalut kain adalah solusinya,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa produksi Cindo Pads juga membuka peluang ekonomi bagi penjahit lokal serta memperkuat usaha kecil dan menengah di Palembang.

"Selain lebih ramah lingkungan, mengurangi sampah pembalut sekali pakai, pembalut kain Cindo-Pads ini juga hemat biaya karena bisa digunakan berulang dan masa pakainya lama," ujar dia.

Peluncuran Cindo Pads menjadi simbol nyata untuk mengajak masyarakat bersama-sama memulai langkah kecil dengan dampak besar bagi kesehatan perempuan dan kelestarian lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, Cindo-Pads hadir sebagai solusi ekonomis, sehat, dan ramah lingkungan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. WCC Palembang dan mitra berharap inisiatif ini dapat terus berkembang dan menjadi gerakan perubahan positif di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Women Led Community Centre (WLCC), Yulis Mawati juga terlibat dalam produksi pembalut kain Cindo Pads ini.

"Sebelum diluncurkan dan dipasarkan, sudah dilakukan uji coba untuk menemukan bahan terbaik. Setelah melwati riset dan uji coba, ditemukan bahan yang pas. Kami menggunakan kain berbahan katun, ada perlaknya untuk menahan mentruasi sehingga tidak bocor, dan bahan batik untuk mempercantik pembalut," ujar dia.

Baca Juga:

Sementara Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Hikma Maulana mengatakan pembalut kain Cindo-Pads ini sangat nyaman dipakai. "Saya sudah menggunakan Cindo-Pads sejak diluncurkan setahun lalu, karena lebih banyak duduk, ini sangat nyaman dipakai, tidak membuat iritasi, tidak panas, dan sangat membantu kami," kata Hikma.

WCC dan para mitra berharap sosialisasi pembalut kain dapat terus diperluas ke masyarakat, sekolah, dan keluarga. Edukasi yang konsisten dinilai penting untuk menghapus stigma seputar menstruasi, mencegah diskriminasi, dan membangun kesadaran bahwa kesehatan reproduksi perempuan adalah bagian dari pendidikan dasar di rumah.

Bersama Cindo Pads, para penggerak program ini ingin menunjukkan bahwa langkah kecil dapat memicu perubahan besar, perempuan lebih berdaya, ekonomi lokal tumbuh, dan lingkungan pun lebih terjaga.(*)