BRI
Jumat, 17 April 2026 12:47 WIB
Penulis:Nila Ertina

HONGKONG — PT Pegadaian meraih penghargaan internasional dalam ajang The Asset Triple A Sustainable Finance Awards 2026 setelah dinobatkan sebagai Best Social Bond/Sukuk untuk kategori Non-Bank Financial Institution (NBFI). Capaian ini menegaskan posisi Pegadaian dalam pasar keuangan berkelanjutan global.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pegadaian menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial sepanjang 2025 dengan total nilai mencapai Rp3,49 triliun. Instrumen ini dinilai mampu menggabungkan kinerja pendanaan dengan dampak sosial.
Secara ekonomi, penerbitan instrumen berbasis sosial tersebut memperkuat diversifikasi sumber pendanaan Pegadaian di pasar modal. Langkah ini sekaligus memperluas ruang pembiayaan bagi segmen masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.
Baca Juga:
Penilaian penghargaan dilakukan oleh juri independen dengan mempertimbangkan inovasi instrumen, kekuatan peringkat kredit, serta efektivitas eksekusi di pasar. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pemimpin Wilayah Kanwil III Sumbagsel Pegadaian, Novryandi, menyatakan capaian ini menunjukkan bahwa strategi pembiayaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga dampak sosial yang terukur.
"Instrumen keuangan berkelanjutan menjadi salah satu kunci dalam mendorong inklusi keuangan, terutama bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat unbanked yang membutuhkan akses pembiayaan yang lebih luas dan terjangkau," kata dia, Jumat (17/4/2026).
Menurut dia, keberhasilan ini juga memperkuat peran Pegadaian dalam ekosistem Ultra Mikro (UMi) bersama Bank Rakyat Indonesia dan Permodalan Nasional Madani. Sinergi tersebut dinilai strategis dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperluas basis ekonomi domestik.
Baca Juga:
Di sisi lain, inovasi produk seperti layanan bullion atau bank emas yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan turut memperkuat positioning Pegadaian dalam pengembangan instrumen investasi berbasis emas di Indonesia.
Ke depan, Pegadaian menargetkan penguatan kepercayaan investor melalui pengembangan instrumen keuangan yang inovatif dan berkelanjutan. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pasar sekaligus menjaga stabilitas pendanaan perusahaan.
Dengan capaian ini, Novryandi mengatakan Pegadaian dinilai berpotensi menjadi role model dalam penerapan pembiayaan berkelanjutan di sektor keuangan non-bank, khususnya di kawasan Asia Tenggara, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap instrumen keuangan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga berdampak sosial.(ril)