pernikahan dini
Kamis, 30 Juli 2026 12:17 WIB
Penulis:Nila Ertina

PALEMBANG, WongKito.co - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 35, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini, dan anti-bullying di SMP Yayasan Bakti, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.
Kegiatan tersebut bertujuan guna memberikan edukasi terhadap para siswa tentang pentingnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahayanya pernikahan dini, serta upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan, Rabu (29/07/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA Yayasan Bakti yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Sosialisasi diawali dengan pengenalan UIN Raden Fatah Palembang yang disampaikan oleh dua mahasiswi KKN Kelompok 35, Aisyah Zakiah Azhara dan Tiara.
Dalam pemaparannya, mereka memperkenalkan profil kampus, fakultas dan program studi, jalur penerimaan mahasiswa baru, serta berbagai program beasiswa yang bisa dimanfaatkan oleh calon mahasiswa. Melalui sesi ini, para siswa diberikan motivasi untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi sebagai bekal dalam meraih cita-cita.
Baca Juga:
Sebelum masuk ke materi inti, salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 35, Rahman Chaniago, memberikan pengantar terkait anti-bullying sebagai pembuka kegiatan. Ia menjelaskan bahwa bullying atau perundungan bukanlah sekedar candaan, melainkan tindakan menyakiti orang lain yang dilakukan secara sengaja dan berulang.
“Bullying bukanlah candaan. Jika ada seseorang yang merasa terluka atau tersakiti, maka itu adalah perundungan yang harus kita hentikan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengenalkan berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga siber (cyberbullying), serta mengingatkan para siswa mengenai dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Lalu, para siswa diajak untuk berani berkata “stop” terhadap tindakan bullying, tidak menjadi penonton saat melihat perundungan, serta langsung melaporkannya kepada guru atau orang tua.
Materi terkait anti-bullying kemudian disampaikan oleh AIPDA Wiwieko Harmanu, S.H., dari Bhabinkamtibmas. Dalam penjelasannya, ia menjelaskan berbagai bentuk bullying, baik secara verbal, fisik, sosial ataupun melalui media digital. Lalu, para siswa diberikan pemahaman terkait dampak dari perundungan terhadap korban, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, hingga menurunnya prestasi belajar. Di akhir kalimatnya, ia mengajak seluruh siswa-siswi untuk berani menolak tindakan bullying, saling menghargai, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Selanjutnya, materi terkait pencegahan pernikahan dini disampaikan oleh Abdullah Aripin.S.Pd.i, Ketua Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat memberikan dampak terhadap kesehatan reproduksi, kondisi psikologi, putusnya pendidikan, serta terjadinya perceraian dini.
Adapun faktor-faktor yang menjadi pemicu ialah minimnya benteng agama, kurangnya pengawasan kedua orang tua dan penyalahgunaan media sosial yang tidak terkontrol. Ia juga turut menjelaskan usia ideal untuk menikah, usia pria ada di 25 tahun, sementara untuk perempuan ada di 21 tahun.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta kuis yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 35. Dalam sesi tersebut, para siswa yang berani menyimpulkan materi maupun menceritakan pengalaman pribadi terkait bullying akan diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang aktif berpartisipasi hingga akhir acara.
Ketua Kelompok 35 KKN UIN Raden Fatah Palembang, M. Alzena Akbar, mengatakan bahwa tema sosialisasi tersebut dipilih karena bullying dan pernikahan dini masih menjadi persoalan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat dan berdampak besar terhadap masa depan generasi muda.
“Kami mengangkat tema ini karena bullying dan pernikahan dini masih menjadi permasalahan yang cukup sering terjadi di masyarakat. Keduanya dapat berdampak pada masa depan anak-anak dan remaja, mulai dari terganggunya kesehatan mental, terhambatnya pendidikan, hingga berkurangnya kesempatan mereka untuk meraih cita-cita. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa semakin sadar akan pentingnya saling menghargai, menjauhi perundungan, menghindari pernikahan dini, serta terus termotivasi untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi,” tegasnya.
Baca Juga:
Mewakili pihak sekolah, Kepala SMP Yayasan Bakti, Othen Alberto, S.Si, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang beserta seluruh narasumber yang telah memberikan edukasi kepada para siswa.
Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam mengambil keputusan yang bijaksana serta membangun pergaulan yang sehat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 35 UIN Raden Fatah Palembang berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, akan tetapi juga memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk melanjutkan pendidikan, menghindari pernikahan dini, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. (Ani Mustika Wati)
3 tahun yang lalu
3 tahun yang lalu