Rabu, 13 Mei 2026 16:46 WIB
Penulis:Redaksi Wongkito
Editor:Redaksi Wongkito

PALEMBANG, WongKito.co - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan resmi meluncurkan Program Tematik Tuberkulosis (TB) pada Selasa, 12 Mei 2026, yang berlokasi di Kantor Camat Seberang Ulu 1, Kota Palembang.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya pemberdayaan, pendampingan, dan penguatan penanggulangan TB bagi pasien baru di wilayah kerja empat puskesmas, yakni Puskesmas 7 Ulu, 1 Ulu, OPI, dan Naga Swidak.
Korwil LKC Dompet Dhuafa Sumsel, Ns. Tri Hartati mengatakan, Program Tematik TB hadir sebagai respon terhadap pentingnya penanganan pasien TB tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dukungan sosial, psikologis, dan pemulihan kualitas hidup pasien selama masa pengobatan.
Dalam pelaksanaannya, LKC Dompet Dhuafa Sumsel akan melakukan pendampingan intensif kepada pasien TB baru melalui edukasi kesehatan kepada pasien dan Pengawas Menelan Obat (PMO).
“Kami juga akan melaksanakan sosialisasi penanggulangan TB kepada masyarakat, penyaluran paket nutrisi sebanyak dua kali setiap bulan selama enam bulan hingga pengobatan selesai. Termasuk skrining awal berat badan dan tinggi badan pasien, investigasi kontak erat, monitoring rutin, serta evaluasi berkala,” jelasnya.
Kader TB akan berperan sebagai mitra lapangan yang dekat dengan pasien dan masyarakat, sementara Kompass TB sebagai komunitas penyintas TB akan turut memberikan pendekatan emosional melalui pengalaman penyintas yang mampu menumbuhkan semangat pasien untuk menyelesaikan pengobatan.
Tri menyampaikan, program ini dirancang untuk memastikan pasien TB mendapatkan dukungan menyeluruh agar mampu menjalani pengobatan secara tuntas tanpa merasa berjuang sendiri. Sebab, TB bukan hanya persoalan kesehatan individu, tetapi juga isu kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan bersama.
“Melalui Program Tematik TB ini, kami ingin menghadirkan pendampingan yang lebih holistik, mulai dari edukasi, pemenuhan nutrisi, hingga penguatan lingkungan pasien agar proses pengobatan berjalan optimal dan angka putus obat dapat ditekan,” terang dia.
Ia juga menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, keluarga pasien, kader TB, komunitas penyintas, tokoh wilayah, dan masyarakat. Kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, puskesmas, kader lapangan, serta penyintas TB diharapkan mampu menciptakan ekosistem dukungan yang kuat, sehingga pasien TB tidak hanya memperoleh pengobatan, tetapi juga pendampingan sosial yang membantu mereka bertahan hingga sembuh.
Libatkan Kompass TB, Komunitas Penyintas TB
Launching program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Palembang yang dihadiri oleh Uca Ayu Frama Diesty, SKM., MKM., dan Marina Puspita, SKM., pihak Kecamatan Seberang Ulu 1 yang diwakilkan oleh Rian Sofian Natamas, S.STP., Kecamatan Seberang Ulu 2, dan Kecamatan Jakabaring, perwakilan kelurahan di wilayah sasaran, tenaga kesehatan dari empat puskesmas terkait, kader TB di tingkat wilayah, hingga Komunitas Kompass TB sebagai wadah para penyintas TB.
Tri mengungkapkan, kehadiran Kompass TB memberikan nilai penting dalam program ini karena para penyintas tidak hanya membawa pengalaman nyata dalam proses pengobatan, tetapi juga mampu menjadi sumber motivasi, penguat mental, serta bukti nyata bahwa TB dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur dan dukungan yang tepat.
"Peran kader TB yang dekat dengan pasien serta kehadiran Kompass TB sebagai para penyintas menjadi kekuatan besar dalam membangun harapan dan semangat pasien,” lanjutnya.
Melalui launching ini, LKC Dompet Dhuafa Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan, demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, peduli, dan bebas TB di Kota Palembang. (*)