Pengadaian
Rabu, 02 September 2026 11:05 WIB
Penulis:Nila Ertina

PALEMBANG, WongKito.co – Pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kebiasaan sederhana memilah sampah dinilai tidak hanya dapat mengurangi persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali material yang masih bernilai ekonomi.
Komitmen mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan tersebut dilakukan PT Pegadaian (Persero) melalui Program Pegadaian Peduli dengan mendukung gerakan Memilah Sampah Menabung Emas yang diinisiasi Asosiasi Satuan Pelindung Masyarakat Indonesia (ASLINMAS).
Dukungan itu diwujudkan melalui penyerahan lima unit kendaraan pengangkut sampah jenis bentor atau Viar serta 50 karung pilah sampah untuk mendukung aktivitas pengelolaan sampah di lima provinsi.
Lima daerah penerima bantuan tersebut yakni Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.
Baca Juga:
Penyerahan bantuan dilakukan dalam rangkaian Apel Akbar Satlinmas memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus Deklarasi, Pelantikan dan Pengukuhan DPP ASLINMAS serta DPD ASLINMAS se-Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, 28 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Budi Wahju Soesilo bersama jajaran Pegadaian, ASLINMAS, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Palembang, Novryandi, mengatakan persoalan lingkungan membutuhkan perubahan perilaku yang dimulai dari aktivitas sederhana sehari-hari, salah satunya dengan memilah sampah.
Menurut dia, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi persoalan lingkungan, sementara pemilahan sejak dari sumbernya memungkinkan sampah untuk dikelola dan dimanfaatkan kembali.
“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Memilah sampah mungkin terlihat sebagai langkah kecil, tetapi ketika dilakukan bersama-sama oleh masyarakat, dampaknya dapat menjadi sangat besar,” ujar Novryandi.
Melalui Program Memilah Sampah Menabung Emas, Pegadaian berupaya menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Program tersebut membawa pendekatan bahwa sampah tidak selalu harus dipandang sebagai persoalan akhir. Dengan proses pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sebagian material dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
Novryandi mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan fasilitas. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting agar gerakan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Bantuan ini bukan sekadar penyediaan sarana pengangkutan dan pemilahan sampah. Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat, sehingga memilah sampah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengelolaan Sampah
Menurut Novryandi, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, organisasi hingga dunia usaha.
Kolaborasi tersebut penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak berhenti pada kegiatan pengangkutan, tetapi juga mendorong pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah.
Dukungan Pegadaian melalui Program Pegadaian Peduli di lima provinsi diharapkan dapat memperkuat aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah di tingkat masyarakat.
Salah satu implementasi bantuan tersebut terlihat melalui penyerahan kendaraan pengangkut sampah untuk mendukung kegiatan pengelolaan sampah di Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan jangkauan program di lima provinsi, gerakan pilah sampah diharapkan dapat berkembang menjadi aksi bersama yang melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat.
Novryandi menegaskan keberlanjutan gerakan menjadi faktor utama dalam menjaga dampak program terhadap lingkungan.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Justru setelah bantuan diterima, gerakannya harus semakin besar,” ujarnya.
Ia berharap daerah penerima bantuan dapat menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat, organisasi, pemerintah dan dunia usaha mampu menciptakan perubahan lingkungan.
Baca Juga:
Menurutnya, perubahan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk memilah sampah dari rumah dan lingkungan masing-masing.
Melalui dukungan terhadap Gerakan Pilah Sampah ASLINMAS, Pegadaian berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang dilakukan secara konsisten.
Pengolahan sampah yang dimulai dari pemilahan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi beban lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.(ril)