Ramadan
Kamis, 12 Maret 2026 10:20 WIB
Penulis:Nila Ertina

AKTIVITAS di salah satu pasar tradisional di Kota Palembang, Pasar Sekip Ujung menjelang lebaran semakin sibuk. Sejak pukul 06.00 WIB, pedagang menyusun barang mereka di lapak masing-masing, sedangkan pembeli mulai berdatangan sambil membawa keranjang belanja, siap berburu berbagai macam bahan kebutuhan untuk menyambut Hari Raya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana pasar tradisional tersebut terasa lebih ramai dari hari-hari sebelumnya.
Tipa-tiap lorong pasar dipadati pembeli, suara tawar menawar saling bersahutan, menciptakan hiruk pikuk khas pasar tradisional yang semakin terasa semarak.
Baca Juga:
Sebagian besar para pedagang membuka lapak mereka sejak pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 12.00 siang. Kebanyakan para pembeli memanfaatkan waktu pagi untuk berbelanja kebutuhan sebelum hari semakin panas dan dagangan mulai habis.
Berbagai macam kebutuhan rumah tangga dijual di pasar ini. Akan tetapi, yang paling mencuri perhatian ialah beberapa deretan pedagang yang menjajakan kue kering, kerupuk, dan kemplang ketika menjelang lebaran yang dipadati pembeli.
Pedagang menjual beragam kue lebaran, seperti, kue nastar, kastengel, putri salju, emping, kacang bawang dan beragam jenis kue tersusun rapi dalam toko hingga keluar. Kue kering dibanderol mulai Rp30.000 per setengah kilogram, sedangkan kue yang ditoples Rp35.000, ada juga yang Rp40.000 seperti kue cokelat kecil-kecil.
Salah seorang pedagang, Ijah (53) mengatakan beragam kue ditawarkan dengan Harga terjangkau. "Varian sangat banyak, bisa dipilih pembeli," ujar dia.
Baca Juga:
Selain kue kering, berbagai macam jenis kerupuk dan kemplang juga menjadi incaran pembeli. Adapun jenisna, seperti, kerupuk udang, ikan, sanggul besar, sanggul kecil hingga kemplang panggang khas Palembang. Sama seperti harga kue kering, harga kerupuk pun berbeda-beda sesuai dengan jenis kerupuknya.
“Setiap kerupuk harganya berbeda-beda, tergantung jenis kerupuknya. Ada yang Rp80.000 per kilogram, ada yang Rp70.000,” ujar salah satu pedagang kerupuk.
Ia juga menambahkan, menjelang lebaran pasar menjadi ramai dan pemesanan kerupuk meningkat. Jika tidak segera menyetok banyak, pasti akan kehabisan. Kerupuk yang dijualnya merupakan dari pemasok, bukan buatan sendiri.
(Magang/Ani Mustika Wati)