Yayasan Cerah Buka Beasiswa Liputan Transisi Energi bagi Jurnalis Sumsel

Jumat, 19 Juni 2026 08:46 WIB

Penulis:Nila Ertina

Yayasan Cerah Buka Beasiswa Liputan Transisi Energi bagi Jurnalis Sumsel
Yayasan Cerah Buka Beasiswa Liputan Transisi Energi bagi Jurnalis Sumsel (Foto Ist)

PALEMBANG, WongKito.co – Yayasan Cerah Indonesia bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palembang membuka program beasiswa liputan bagi delapan jurnalis di Sumatera Selatan untuk memperkuat pemberitaan mengenai transisi energi berkeadilan.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian lokakarya bertajuk Masa Depan Sumatra Selatan dan Transisi Energi Berkeadilan: Lokakarya Jurnalis dan Beasiswa Liputan yang digelar di Hotel Aston Palembang, Kamis (18/6/2026).

Dwiki Mahendra dari Yayasan Cerah mengatakan, peran media memiliki posisi penting dalam mengawal proses transisi energi, terutama di Sumatera Selatan yang masih menjadi salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia.

Baca Juga:

Menurut dia, peralihan menuju energi terbarukan akan membawa dampak pada berbagai aspek, mulai dari ekonomi, lingkungan hingga kehidupan masyarakat sekitar. Karena itu, informasi mengenai transisi energi perlu disampaikan secara utuh kepada masyarakat maupun para pemangku kebijakan.

“Peran jurnalis sangat krusial dalam menyampaikan isu transisi energi. Dampak yang ditimbulkan perlu diketahui masyarakat agar proses transisi energi dapat berjalan secara berkeadilan,” katanya.

Selain program beasiswa, para peserta juga mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber, di antaranya Sylvi Sabrina dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), jurnalis RMOL Sumsel Fajar Wiko, dan Koordinator Perubahan Iklim dan Transisi Energi HaKi Sumsel, Bonie Bangun.

Sylvi Sabrina menyoroti masih adanya ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah yang berpotensi menghambat implementasi transisi energi.

Sementara itu, Fajar Wiko menekankan pentingnya peningkatan kapasitas jurnalis dalam menyederhanakan istilah-istilah teknis agar lebih mudah dipahami masyarakat.

“Jangan terlalu banyak menggunakan bahasa teknis. Sederhanakan sehingga pembaca dapat memahami mengapa transisi energi dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

Baca Juga:

Di sisi lain, Bonie Bangun menjelaskan bahwa transisi energi juga berkaitan dengan transformasi ekonomi yang dampaknya perlu dikaji, baik terhadap pemerintah maupun masyarakat.

Sebanyak delapan jurnalis yang terpilih nantinya akan mengikuti proses seleksi dan mendapatkan pendampingan selama beberapa hari ke depan. Mereka juga akan memperoleh mentoring dari para praktisi dan dewan juri yang kompeten guna menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam terkait isu transisi energi.

Melalui program beasiswa liputan tersebut, diharapkan lahir karya-karya jurnalistik yang mampu memperkaya perspektif publik mengenai transisi energi berkeadilan di Sumatera Selatan.(Senia Aprinia Sari)