Asap dan Krisis Kesehatan Warga Kota Palembang

Suasana jalan utama di Kota Palembanng yang diselimuti kabut asap karhutla, Jumat malam (2/10/2026) (Foto WongKito.co/Miftahur Rizki)

"AKU hampir dibawa ke UGD beberapa hari lalu," kata Naila (19) seorang warga Kota Palembang, Jumat (2/10/2026).

Dia bercerita lebih dari sebulan ini, sering sesak napas. "Aku asma, dan sering kambuh karena hampir setiap hari terpapar asap Karhutla," kata dia lagi.

Sebagai mahasiswa pada salah satu  perguruan tinggi negeri di Palembang yang setiap hari masih harus keluar rumah, Naila mengakui tidak bisa berdiam di rumah saja, karena ada tugas dari tempat magang.

Karenanya, meskipun kerap terpapar asap dan sesak ia keluar rumah. "Masker jadi andalan untuk membatasi paparan asap," tambah dia.

Baca Juga:

Tak jauh berbeda dengan Naila, Agustrina (39) warga Palembang lainnya mengungkapkan sangat khawatir dengan Kesehatan anak-anaknya karena kabut asap semakin pekat.

"Anak-anak aku minta diam di rumah, tidak boleh main di luar, karena mereka sudah batuk pilek," kata dia dibincangi belum lama ini.

Menurut dia sejak kabut asap melanda Palembang, anak-anaknya rentan batuk dan pilek, bahkan pusing kepala berulang.

"Tak hanya membatasi mereka keluar rumah, makanan anak-anak pun harus lebih selektif sehingga tidak memacu ISPA, kata dia lagi.

Malam Semakin Pekat

Pantauan di website www.iqair.com, indeks kualitas udara (AQI⁺) berstatus tidak sehat pada sore hari dengan polutan utama; PM2.5 masih 250 µg/m³. Namun kondisi tersebut berubah pukul 19.00 WIB indeks kualitas udara (AQI⁺) 509 kategori berbahaya dengan PM2.5 330 µg/m³.

"Asapnya tebal nian," kata Muhammad, saat ia pulang dari masjid.

Asap terasa menyelinap hingga ke dalam rumah, asap seakan berasal dari kawasan yang terbakar tidak jauh dari pusat Kota Palembang.

"Saking tebalnya asap, seperti lokasi kebakaran ada dekat Dwikora ini," kata warga Jalan Dwikora Palembang.

Baca Juga:

Sementara dari video yang dikirim salah seorang tim WongKito.co, asap tampak pekat di jalan utama Kota Palembang, keramaian kendaraan bersaing dengan paparan asap yang semakin menggelapkan malam.

ISPA Meningkat

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Palembang melaporkan hingga September 2026, sebanyak 115 ribu kasus Infeksi Saluran Pernapasa Atas (ISPA), pada Agustus saja tercatat 15.020 kasus ISPA.

Angka ISPA tersebut berasal dari data 42 Puskesmas di Kota Palembang. Sementara itu, banyak warga yang tidak berobat ke puskesmas saat ISPA.

Maryama (55) mengaku kalau enggan berobat ke puskesmas saat kena ISPA.

"Beli obat warung saja, atau kalau gak sembuh juga biasanya ke dokter praktek saja," kata dia.(ert)

‌‌
‌‌

Related Stories