GayaKito
Pesona Kastil Eropa Dago Pakar: Romantisme Malam Hari dan Kerlip Kota Bandung
BANDUNG, WongKito.co – Angin malam yang berembus di kawasan dataran tinggi Dago Pakar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat selalu punya cara tersendiri untuk memeluk siapa saja yang datang. Namun, ketika kegelapan mulai menyelimuti kota, ada satu sudut yang menawarkan pelarian tak biasa sebuah perjalanan melintasi waktu menuju benua Eropa pada abad pertengahan.
Saya berkesempatan mengunjungi destinasi Mercusuar Cafe & Resto, pada medio September ini. Jika pada siang hari tempat ini riuh oleh keluarga dan pemburu swafoto, maka transformasinya di malam hari menyajikan atmosfer yang jauh lebih memukau, dramatis, sekaligus romantis.
Begitu saya melangkah masuk, riuh rendah kota seketika lenyap, digantikan oleh siluet megah sebuah kastil bergaya gothic yang berdiri kokoh di bawah langit malam.
Baca Juga:
- Aktivis di Kampus, Dai Tingkat Kota Palembang
- Menanti Reforma Agraria Sejati, Harapan Petani tak Berhenti di Undang-Undang
- BRI BO Sekayu Perkuat Pelayanan Humanis di Hari Pelanggan Nasional 2026
Seluruh lekuk arsitekturnya berbalut kilauan lampu temaram nan estetik. Pendaran cahaya dari lampu-lampu gantung klasik di sepanjang tangga batu dan pagar besi memberikan kesan mendalam, seolah membawa saya melangkah masuk ke dalam halaman sebuah buku dongeng fiksi kuno.
Daya tarik utama yang menghipnotis para pengunjung malam hari berada di area rooftop. Di sana, replika menara-menara tinggi dengan ujung lancip menjulang gagah menembus pekatnya malam.
City Light Kota Bandung
Di antara bangunan batu tersebut, terbentang jembatan melengkung dan jembatan kaca ikonik yang menjadi tempat favorit para pelancong untuk mengabadikan momen.
Namun, pesonanya tidak berhenti pada arsitektur kastil. Saat saya melangkah ke tepi pembatas kafe dan mengarahkan pandangan ke bawah, bersiaplah untuk dibuat takjub.
Sejauh mata memandang, hamparan city light atau kerlip lampu Kota Bandung bergoyang indah bagaikan lautan permata di tengah kegelapan.
Udara dingin pegunungan yang menusuk kulit seketika terasa hangat oleh pemandangan syahdu yang memanjakan mata tersebut.
Tempat ini pun menjelma menjadi ruang pelarian sempurna bagi para muda-mudi untuk berbincang atau sekadar menikmati keheningan malam bersama orang terkasih.
Menikmati malam yang dingin di ketinggian Dago tentu tidak akan lengkap tanpa sajian yang memanjakan lidah.
Baca Juga:
- WALHI Sumsel Soroti Dampak Kabut Asap dan Ketimpangan Krisis Iklim
- GSMP Naik Kelas, Sumsel Bangun Ekosistem Pangan dari Hulu hingga Hilir
- Jejak Pahlawan Nasional di Museum AK Gani Palembang
Kafe ini menawarkan kehangatan lewat pilihan menunya yang variatif, mulai dari kuliner barat, pizza dan steak yang berkelas, hidangan bernuansa Jepang, hingga makanan lokal Nusantara, seperti hangatnya sup buntut yang kaya rempah.
Menariknya, pengelola menerapkan sistem tiket masuk yang sangat bersahabat bagi kantong wisatawan. Setiap pengunjung cukup membayar voucer masuk sebesar Rp20.000 pada hari kerja (weekdays) dan Rp25.000 pada akhir pekan (weekend). Tiket ini tidak akan terbuang sia-sia karena dapat ditukarkan sepenuhnya dengan aneka produk oleh-oleh menarik sebelum pulang, mulai dari kue kering, produk bakery segar, hingga minuman tradisional penghangat tubuh seperti bandrek.
Perjalanan singkat saya ke Mercusuar Cafe & Resto yang beralamat lengkap di Jalan Lembah Pakar Timur 2 Nomor 7, Kelurahan Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat belum lama ini membuktikan bahwa Bandung selalu punya magnet kuat untuk merajut cerita liburan yang berkesan dan tak terlupakan.(Senia Aprinia Sari)

