Begini Upaya Pertamina Plaju Jaga Warisan Sungai Musi Lewat Belida Musi Lestari

Pekerja Pertamina sedang menunjukkan Ikan Belida (Istimewa )

PALEMBANG, WongKito.co – Di balik derasnya arus Sungai Musi, ikan belida menjadi salah satu spesies yang memiliki nilai ekologis sekaligus budaya bagi masyarakat Sumatera Selatan. 

Namun, keberadaannya sempat terancam akibat kerusakan habitat, overfishing, hingga illegal fishing yang mengganggu keseimbangan ekosistem perairan Sungai Musi dan wilayah pesisir Banyuasin. 

Harapan kemudian muncul ketika tim riset kembali menemukan spesies Chitala hypselonotus, membuka peluang baru bagi upaya pelestarian yang lebih terarah dan berkelanjutan. 

Berangkat dari kepedulian tersebut, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju menjalankan Program Belida Musi Lestari sejak tahun 2019 sebagai bentuk komitmen menjaga keanekaragaman hayati di ekosistem Sungai Musi. 

Baca juga:

Program ini menggabungkan upaya konservasi, riset budidaya, edukasi publik, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekosistem perikanan berdikari. Melalui program ini, ratusan ekor belida berhasil dikonservasi melalui kegiatan rescue dan pengembangan budidaya bersama berbagai pihak. 

Belida Musi Lestari tidak hanya berfokus pada konservasi spesies, tetapi juga mendorong masyarakat membangun ketahanan ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan melalui konsep “sustainable fisheries, empowering community”. 

Dalam pelaksanaannya, Kilang Plaju menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akademisi, komunitas lingkungan, hingga pemerintah untuk mengembangkan teknologi konservasi berbasis komunitas. Kolaborasi ini menjadikan Belida Musi Lestari sebagai salah satu rujukan pengelolaan konservasi di Sumatera Selatan. 

Seiring perkembangannya, program ini turut memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam kurun waktu satu tahun, kapasitas produksi ikan kelompok binaan meningkat dari 5 ton pada 2024 menjadi 33 ton pada 2025. 

Peningkatan tersebut turut mendorong omzet benih ikan mencapai Rp216.850.000 pada 2025, omzet penjualan ikan sebesar Rp763.784.000, serta omzet produk olahan perikanan mencapai Rp36.825.000. Masyarakat juga mulai menerapkan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai alternatif pakan, sehingga membantu menekan biaya operasional budidaya dan mendorong ekonomi sirkular di lingkungan sekitar.

Program Belida Musi Lestari juga memberikan dampak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Hingga 2025, program ini telah memberikan manfaat langsung kepada 71 penerima manfaat, serta menjangkau lebih dari 300 penerima manfaat tidak langsung melalui penguatan ekonomi masyarakat, edukasi lingkungan, hingga pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan di wilayah sekitar Sungai Musi dan Banyuasin.

Program Belida Musi lestari ini memperoleh nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,76. dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 98,26 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa program tidak hanya memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. 

Selain mendukung aspek lingkungan, program ini juga membuka peluang penghidupan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat. Nelayan yang sebelumnya bergantung pada tangkapan alam mulai didorong mengembangkan budidaya ikan konsumsi lainnya. Bahkan, kelompok pembudidaya ikan binaan Kilang Plaju mulai menghidupkan kembali budidaya belida secara terbatas sebagai bagian dari upaya pelestarian. 

Di berbagai lokasi, mulai dari Sumatera Selatan hingga pusat riset nasional, upaya konservasi ini terus berjalan. Indukan yang tersisa dirawat dengan seksama, sementara riset genetika dan budidaya terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan spesies yang sempat berada di ambang kepunahan.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Galih Arjuna Ismail di Palembang, Senin menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab jangka panjang perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat. 

"Konservasi bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem serta warisan budaya yang lahir dari alam itu sendiri. Melalui Belida Musi Lestari, kami ingin memastikan bahwa upaya pelestarian ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menjaga ekosistem perairan, mengembangkan kawasan perikanan terintegrasi berbasis masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dari perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), Belida Musi Lestari menjadi wujud sinergi antara kepedulian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor. 

Bagi Kilang Plaju, menjaga belida bukan sekadar upaya pelestarian spesies, tetapi bagian dari komitmen untuk memastikan keseimbangan ekosistem yang juga menopang kehidupan masyarakat di sekitar Sungai Musi. Melalui Belida Musi Lestari, Kilang Plaju berupaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya dalam menjaga warisan alam, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat, seiring dengan peran perusahaan dalam menyediakan energi bagi negeri.

Bagikan

Related Stories